Home » » Abu Qilabah di Tengah Padang Pasir

Abu Qilabah di Tengah Padang Pasir

Posted by ninamustika on Friday, October 26, 2018

Abu Qilabah di Tengah Padang Pasir
Pada suatu waktu, ada seorang musafir sedang menyusuri keringnya padang pasir, ia berangkat dari suatu kota dan hendak menuju ke kota lain. Ia berjalan dengan kudanya hingga ia kehabisan bekal. Ia pun melihat sekitar dan menemukan ada suatu kemah di sana. Ia pun menuju kemah tersebut. Ketika sampai, ia segera turun dan memasuki kemah tersebut.

Kemudian ia menemukan bahwa kemah yang dilihat di depan matanya itu adalah kemah yang sangat memilukan. Tidak ada makanan di sana. Tidak juga ada minuman. Lalu ia melihat ada seseorang yang sedang berbaring dengan punggungnya. Kedua tangan orang itu putus. Kedua kakinya putus. Dan matanya buta. Orang itu tergeletak. 

Penasaran dengan sosok yang ada di hadapannya, musafir pun mengatakan, "Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh." Mendengar salam, rupanya orang itu langsung menjawab, "Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh."

Musafir mendekati orang lumpuh tersebut. Ia kemudian bertanya, "Siapa anda ini? Dan bagaimana anda bisa ada di padang pasir ini?"

"Saya salah satu hamba Allah. Kamu siapa?" Orang tua lumpuh itu juga mempertanyakan darimana datangnya seseorang ke kemahnya.

"Saya musafir. Saya lewat sini. Dan saya kehabisan makanan dan minuman. Saya membutuhkan makanan dan minuman."

"Alhamdulillah. Segala puji bagi Allah yang menyempurnakan nikmatnya pada saya."

Musafir itu heran melihat kondisi orang lumpuh di hadapannya. Beliau sudah sangat tua, putus kedua kaki dan kedua tangannya, juga buta. Tapi mengucapkan alhamdulillah. Musafir itu pun bertanya, "Wahai tuan, apa yang membuat anda bersyukur pada Allah?"

Orang tua lumpuh itu kemudian marah dan mengatakan, "Diamlah wahai anak muda. Kamu tidak tahu bahwa sebenarnya nikmat Allah sangat besar kepada saya. Saya mengucapkan satu kalimat saja sudah cukup menutupi semua kekurangan saya. Sungguh nikmat yang tidak terhingga. Alhamdulillah."

Musafir itu terkagum dengan orang lumpuh tersebut. Ia kemudian mengatakan, "Baiklah tuan. Apa ada yang bisa saya bantu?"

"Ada anak saya laki-laki. Dia anak saya satu-satunya. Dialah yang merawat saya, memberikan makan, dan semuanya. Tapi sudah tiga hari tak datang ke kemah ini. Coba kamu lihat di sekitar kemah. Dan perlu kamu tahu bahwa di padang pasir ini yang hidup cuma kami berdua. Tak ada orang lain. Jadi jika nanti kau lihat ada orang. Itu pasti anak saya."

"Baiklah." Sang musafir pun keluar mencari anak beliau. Dan tak jauh dari kemah, ada jenazah manusia yang sedang dikerumuni singa. "Ini pasti anak beliau." Lalu musafir itu kembali ke kemah. Tapi ia bingung bagaimana ia bisa menyampaikan berita yang sangat tidak baik itu. Ia memikirkan betapa hidup beliau saja sudah susah. Lalu ia ingin menyampaikan kabar meninggalnya anak itu dengan sangat hati-hati. Ia pun menanyakan tentang kisah nabi Ayub terlebih dahulu kepada orang lumpuh itu.

"Wahai saudaraku, apakah anda mengetahui kisah Nabi Ayub?" Musafir itu merasa kurang nyaman dan sangat berhati-hati.

Dengan yakin orang lumpuh itu menjawab, "Tentu saja." 

"Apa anda bisa ceritakan sedikit saja tentang kisah Nabi Ayub?"

Dengan semangat orang lumpuh itu pun bercerita, "Ayub alaihi salam adalah orang yang tak ternilai kesabarannya. Orang yang dicoba sama Allah selama dua puluh tahun dengan penyakit, dua puluh tahun dengan mati seluruh dua belas puteranya, dua puluh tahun dengan penyakit kusta sehingga ditinggal oleh kaumnya. Hartanya semuanya habis, dua puluh tahun miskin."

Musafir muda itu kemudian menimpali "Yang anda ucapkan benar. Dan saya berharap anda bisa menjadi bagian kecil dari Ayub karena satu anak laki-laki anda telah mati dimakan singa." Musafir itu pun khawatir bahwa orang lumpuh akan bersedih. Namun ternyata beliau tersenyum dan mengatakan, "Alhamdulillah yang telah membuat anak saya mendahului saya ke surga."

"Kenapa anda bisa berkata begitu?" Musafir itu kaget dengan reaksi orang lumpuh yang sangat tenang mendengar kabar kematian anaknya.

Orang lumpuh itu menjawab dengan sangat tenang, "Anak saya adalah anak yang sangat berbakti. Dan menurut pemahaman agama yang jelas yang saya yakini, kalau anak sholeh, ia sholat, ia jaga ibadahnya pada Allah, bakti dengan orang tuanya, maka ia masuk surga. Anak saya begitu. Saya yakin anak saya masuk surga." Musafir itu keheranan melihat orang lumpuh tersebut. 

Lalu tiba-tiba orang lumpuh itu mengucapkan dua kalimat syahadat dan beliau meninggal dunia. Musafir itu bingung dengan kejadian yang ia alami. Disaat dia kehabisan bekal, kemudian ia bertemu dengan orang lumpuh tersebut, dan orang itu mati. Ia berpikir apa yang seharusnya ia lakukan. Ia pun berdoa, "Ya Allah, utuslah kepada kami orang yang bisa membantu kami."

Ia kemudian keluar dari kemah. Dan dengan hikmah Allah, ia melihat dari kejauhan ada empat orang yang sedang menunggang kuda. Musafir itu melihat orang-orang berkuda seperti dari utusan kerajaan. Mereka berpakaian bagus dan rapi. Kuda-kuda yang mereka tunggangi pun bagus dan terawat. Musafir itu segera memanggil-manggil mereka,"Haiii... tuan... tuan...tolong... tolong..." Mereka pun ternyata mendengar panggilan itu. Mereka segera menuju ke arah musafir.

"Ada apa dengan kamu? Kenapa kamu minta tolong?" 

"Wahai tuan. Di kemah ini ada orang meninggal. Ia lumpuh, kaki nya putus, tangannya putus, matanya buta. Anaknya pun mati dimakan singa."

"Buta? Lumpuh? Mana dia?" mereka kaget dan seolah mengenal orang lumpuh itu. Mereka bergegas turun dari kuda. "Mana dia?"

"di dalam kemah, sudah saya tutup dengan kain."

Mereka pun masuk ke dalam kemah. Dan empat orang berkuda segera menyingkap kain penutup. Dan mereka terisak menangis. Mereka menciumi jenazah tersebut. Musafir itu keheranan. "Kenapa kalian menangis? Siapa orang ini?"

"Kau tak mengenal orang ini?"

"tidak."

"Ini Abu Qilabah, ini sahabat Nabi. Satu-satunya sahabat Nabi yang masih hidup. Dialah orangnya. Dia sudah lama kami cari karena disuruh oleh raja untuk menjadi hakim. Dia larikan diri karena tidak mau jadi hakim. Dan dia lari ke padang pasir. Dan ini orang nya. Dia terkenal dengan kesholehannya. Doanya mustajab."

Maka musafir itu menangis. Ia pun terisak dan berkata, "Alhamdulillah yang telah mempertemukan saya dengan orang sholeh ini. Sehingga saya bisa melihat salah satu sahabat nabi sallahu alaihi wassalam. Dan saya bisa belajar dari dia."

Thanks for reading & sharing ninamustika

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment

Search This Blog

Powered by Blogger.

Follow by Email