Home » » Berdzikir dengan Laa Hawla Wa Laa Quwata Illa Billah

Berdzikir dengan Laa Hawla Wa Laa Quwata Illa Billah

Posted by ninamustika.com on Monday, October 22, 2018

dzikir

Dalam suatu perperangan, Malik ikut ayahnya, Auf. Sebelum berangkat perang, Malik meminta restu orang tuanya. Dan ia pun diizinkan. Orang tuanya pun berharap sang anak mati syahid agar menjadi saksi di hari akhir kelak. 

Pada saat baginda Nabi Muhammad shallallahu alaihi wassallam pulang dari perperangan, semua pulang, kecuali Malik. Pada saat di Madina Rasulullah biasanya mengecek prajurit-prajurit yang ikut, sebelum dibubarkan. Rasulullah mengecek, "Si fulan... si fulan..., silahkan pulang, si fulan.." dan seterusnya di cek satu-satu hingga diketahui semua secara rinci siapa yang sakit, siapa yang syahid, dan siapa yang terluka. Sehingga jelas jika sakit maka dijenguk, jika meninggal, maka takziah ke rumah duka. 

Dan ditemukan satu-satunya yang tidak ada adalah Malik. Maka Auf mendatangi Nabi Muhammad. "Wahai Rasullullah, semua pasukan anda pulang, tinggal Malik anak saya. Beritahukan kepada saya sehingga saya bisa beritahukan kepada ibunya, istri saya, tentang keadaannya. Kalau ia mati syahid alhamdulillah. Itu lah yang kami harapkan. Tapi kalau Malik tidak mati syahid, ya Rasulullah. Beritahukan kemana dia. Apakah ia ditawan oleh musuh? Apakah ia mati di tengah jalan?"

Nabi pun diam sejenak menunggu wahyu. Seperti biasa, Nabi tidak akan menjawab kecuali dari wahyu, dan Allah pastika dalam Al Quran, bahwa Nabi Muhammad tidak akan pernah berbicara sesuai hawa nafsunya melainkan mengucapkan sesuai dengan wahyu yang dipandukan padanya.

Maka Nabi mengucapkan kalimat yang diucapkan pada Auf, "Wahai Auf, pulanglah dan aku wasiatkan padamu, bahwa kau dan istrimu, mulai pulang ke rumah sampai malam nati mengucapkan zikir: Laa hawla wa laa quwwata illa billah."

Auf tanpa banyak bertanya, pulang ke rumahnya. Dan sesampainya di rumah. Istri Auf pun langsung menanyakan kabar Malik. "Wahai Auf, bagaimana kabar Malik? Mati syahid kah? Tertawan musuh kah? Mati di jalan kah? Apa jawaban Nabi Muhammad sallallahu alaihi wassalam?"

Kata Auf, "Nabi Sallahu alaihi wassalam tidak menemukan dia, dan tak ada kejelasan dari wahyu apakah dia mati syahid apa tertawan atau bagaimana. Nabi mewasiatkan kita untuk terus berzikir dengan kalimat : Laa hawla wa laa quwwata illa billah."

Maka mereka berdua mengamalkan zikir tersebut terus menerus. Bahkan mereka memilih untuk tidak makan. Mereka menyibukkan lisan mereka dengan zikir "Laa hawla wa laa quwwata illa billah.. Laa hawla wa laa quwwata illa billah..Laa hawla wa laa quwwata illa billah..Laa hawla wa laa quwwata illa billah" Dengan penuh harapan segera mendapat jawaban mengenai keadaan anak mereka. 

Sampai akhirnya di awal malam, Auf dan istrinya ketiduran. Mereka letih dan hari memang sudah larut. Namun, ketika sedang tidur, Auf tiba-tiba terperanjat karena mendengar suara ketukan pintu rumah mereka. Auf pun berdiri dan segera membuka pintu. Ia pun kaget melihat di depan matanya, Malik, anak mereka berdiri dengan membawa beberapa ekor kambing. 

Auf pun bertanya, "Wahai anakku, bagaimana ceritanya ini? Apa ceritamu?" Dan Malik pun menjawab, "Wahai ayah, saya ditawan oleh musuh. Kaki dan tangan saya diikat dengan rantai-rantai yang besar. Serta pula mata-mata rantai yang kecil sehingga bahkan bergerak saja saya tak bisa. Mereka pun menyiksa saya. Dan barulah di malam hari, saya berusaha untuk melepaskan diri namun tidak bisa. Tapi tiba-tiba kuasa Allah, mata rantai mebesar dengan sendirinya, melebar, dan saya bisa melepaskan tangan dan kaki saya. Saya pun mengambil beberapa kambing-kambing musush yang saya niatkan sebagai harta rampasan perang dan akan saya berikan pada Rasullullah ketika saya bertemu beliau."

"Tapi anakku, jarak anatara musuh dan Madinah dua malam, bagaimana bisa kau tiba secepat ini?" Auf merasa heran dan Malik pun menjawab, "Demi Allah ayahku, saat saya meniatkan diri untuk kembali ke Madina. Saya merasa ada sayap malaikat yang menggerakkan saya terbang ke Madina dan terbang ke Madina."
_________________________________________________________________________________

Al Quran Surah At Talaq Ayat 3. 

"dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu."

Thanks for reading & sharing ninamustika.com

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment

Search This Blog

Powered by Blogger.

Follow by Email