Bukti Iman Abdullah bin Khuzafah Al Aslami

bukti iman Abdullah bin Khuzafah Al Aslami
Abdullah bin Khuzafah Al Aslami pada suatu waktu diutus menuju sebuah negeri untuk berperang. Ketika itu ia dan pasukannya tertawan. Sedang pada waktu itu, telah tersebar kabar, bahwa kebanyakan muslim adalah berasal dari suku arab badui yang terkenal miskin-miskin. Tidak banyak orang kaya di antara mereka. Tidak bisa membaca dan menulis. Namun semenjak masuk Islam, mereka menyebar ke seluruh dunia, dan memimpin, dan luar biasa yang di dengar oleh kaisar, adalah kekuatan iman seorang muslim mengalahkan kokohnya gunung. Halal, halal. Haram, haram. Asal dia sudah belajar, dan memang dia sudah yakin dengan itu, tidak bisa digoyahkan, sampai mati pun.

Maka raja di negeri itu sangat penasaran pada  muslim yang telah ia tawan, raja pun ingin menemui siapa pemimpin dari pasukan muslim. Yang pemimpinnya adalah Abdullah bin Khuzafah Al Aslami radiyallahu anhu. Abdullah pun dipanggil berikut dengan teman-temannya semua. Juga raja telah mendatangkan saksi-saksi untuk mendengarkan pernyataan-pernyataan Abdullah.

Berhadapan dengan Abdullah, tanpa basa basi raja berkata secara langsung kepada Abdullah dengan sombongnya, "Hai Abdullah, jika kau mau pindah ke agama ku. Akan ku berikan setengah kerajaanku. Sekarang kau langsung jadi raja."

Abdullah kemudian menjawab dengan penuh keyakinan, "Wahai raja, jangankan setengah kerajaan anda. Seluruh kerajaan anda, seluruh kerajaan arab, dan ajam, seluruh kerajaan di muka bumi ini, jika diberikan pada saya hanya untuk meninggalkan agama saya sekejap mata saja. Tidak akan saya lakukan."

Sewaktu itu, Kaisar memiliki anak perempuan yang terkenal kecantikannya, sampai banyak raja-raja, para panglima perang, dan para perdana menteri pada masa itu berharap mau jadi suami sang puteri. Karena sangat terkenal kecantikannya. Dan Raja pun menawarkan sang puteri kepada Abdullah.

Sang Raja berkata lagi, "Wahai Abdullah, setengah kerajaanku, dan nikahi puteriku."

Kata Abdullah kepada Raja "Anda menawarkan anak perempuan anda ini, untuk digantikan dengan bidadari yang Allah janjikan untukku di surga?"

Maka raja pun marah dan memerintahkan prajurit untuk memenjarakan Abdullah. Dengan instruksi untuk tidak diberi makan dan minum. Raja pun memerintahkan para perajurit untuk mengawasi Abdullah agar ketika Abdullah sudah kelihatan sangat lemah, para perajurit harus memberikan laporan kepada raja.

"Wahai penjaga, jika dia sudah lemah, beri tahukan pada ku"

Tiga hari tiga malam Abdullah tidak makan dan minum. Abdullah pun telah sangat lemah. Kepalanya melemas dengan tercondong ke kiri dengan sangat lemas. Prajurit pun melapor kepada raja bahwa Abdullah sudah dalam keadaan sangat lemah.

Raja memerintahkan prajurit memberikan makanan dari olahan babi terbaik dan minuman khamar terbaik untuk dihidangkan kepada Abdullah. Maka makanan dari olahan babi dengan rempahan terbaik dan wangi sedap makanan memenuhi ruang penjara. Nampan yang menjadi wadahnya pun adalah nampan yang sangat indah. Begitu pun khamar yang telah ditata seakan untuk dihidangkan pada raja. Bahkan dengan gelas dari emas. Namun Abdullah tidak menyentuhnya samasekali.

Tiga hari pun telah berlalu, makanan di hadapan Abdullah sudah berjamur. Abdullah dalam keadaan yang sangat lemah. Dan prajurit melapor kepada raja tentang kejadian itu. Raja pun memerintahkan prajurit untuk memanggil Abdullah. Abdullah lalu dihadapkan kepada raja. Raja pun penasaran dan bertanya. 

"Kenapa kau tak makan dan tak minum?"

Abdullah menjawab raja dengan penuh keyakinan, "Saya tahu dalam agama saya, sekarang sudah halal babi dan khamar yang kau hidangkan, karena saya akan mati jika saya tak makan. Tapi demi Allah saya tidak akan membiarkan kau menghina agamaku." 

Raja naim pitam. Ia marah besar. Ia mengancam untuk membunuh Abdullah. 

"Kalau begitu, saya bunuh kamu! Saya akan masukkan kamu ke minyak panas!"

Lalu didatangkan periuk yang sangat besar, yang muat untuk sepuluh lelaki di dalamnya. Dan priuk itu diisi minyak panas mendidih. Kemudian Raja memerintahkan prajurit untuk memasukkan pasukan Abdullah satu persatu di hadapan Abdullah. 

Satu per satu prajurit Abdullah dimasukkan ke dalam minyak mendidih. Ketika satu orang dimasukkan, hanya hitungan detik, seluruh badan prajurit hangus. Begitu seterusnya sampai beberapa prajurit Abdullah telah mati mengenaskan. Kemudian tampak air mata mengalir di pipi Abdullah.

Prajurit Raja membisikkan kepada raja bahwa Abdullah menangis. Raja dengan sigap menawarkan agamanya lagi kepada Abdullah, "kau mau masuk ke agama ku?"

"Tidak"

"Lalu kenapa kau menangis?"

"Saya menangis karena saya hanya memiliki satu nyawa. Saya berharap punya seribu nyawa, dan semuanya kau masukkan ke minyak panas itu. Untuk mati menuju ke akhirat."

2 Responses to "Bukti Iman Abdullah bin Khuzafah Al Aslami "

  1. Kisah yang sangat menginspirasi, pengaruh besar sekalipun tidak bisa meruntuhkan iman seseorang, walaupun nyawa taruhan nya, meninggal dalam keadaan iman yang sangat kuat adalah meninggal yang terbaik

    ReplyDelete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel