Home » » Pemuda Sholeh Penemu Zamrud

Pemuda Sholeh Penemu Zamrud

Posted by ninamustika on Sunday, October 21, 2018

zamrud

Seorang pemuda sholeh di Mekkah baru saja menunaikan sholat dzuhur di Masjid. Ia berjalan keluar dari masjid, Masjid Haram di Mekkah. Kemudian ia menemukan sebuah kantong berwarna biru beludru terang. Ketika ia buka, ia melihat di dalam kantong ada permata zamrud, permata yang sangat mahal.

Lalu pemuda itu naik di atas sebuah batu dan mengumumkan tentang kantong yang ia temukan. "Wahai penduduk Mekkah. Dengarlah, saya menemukan katong ini, dan siapa yang merasa memiliki nya, silahkan datang ke saya." Kemudian ia mengangkat kantong itu tinggi-tinggi agar orang-orang bisa melihat. Rupanya tak satu pun yang mengaku.

Ia berteriak lagi mengumumkan untuk kedua kali, ketiga kali, dan berulang kali sampai sepuluh kali, tidak ada yang menyahut.

"Wahai muslimin Mekkah, apa ada yang kehilangan kantong. Ini kantong saya temukan." 

Tetap tidak ada yang menyahut. Hingga akhirnya ia menyampaikan pada para pedagang di sekitar lokasinya berdiri untuk menginformasikan tentang rumahnya jika ada yang menanyakan kantong tersebut. Karena pemuda itu orang Mekkah, penduduk Mekkah mengetahui rumah pemuda tersebut.

"Wahai penduduk Mekkah, kalau seandainya ada yang merasa barang ini milik dia, kalian kan sudah tahu rumah saya. Maka tunjukkan rumah saya."

Dengan hikmah Allah, baru saja pemuda itu berlalu pulang ke rumahnya. Ada seorang yang sudah sangat tua yang mengaku kehilangan kantong yang cirinya seperti pemuda tadi sebutkan. Orang tua tersebut naik ke sebuah batu. Batu yang sama yang tadi dinaiki pemuda penemu kantong.

"Wahai penduduk Mekkah, apakah ada diantara kalian yang melihat kantong saya yang terjatuh, berwarna biru beludru terang?"

Penduduk Mekkah tidak terlalu mendengar orang tua tersebut. Karena suaranya sangat kecil. Beberapa kali orang tua itu mengumumkan. Akhirnya ada seorang pedagang yang mendengarnya. Kemudian datang menghampiri orang tua tersebut untuk menyampaikan perihal pemuda yang belum lama mengumumkan tentang sebuah kantong.

"Wahai kakek tua, tadi sebelum anda naik ke atas batu ini, ada seorang pemuda yang menemukan kantong. Mungkin itu yang anda cari. Rumahnya tak jauh dari sini"

Pedagang itu pun memberitahukan letak rumah pemuda tersebut. Dan orang tua itu pergi ke sana. Ia mengatakan bahwa ia akan memberikan imbalan kepada pemuda tersebut. Ia pun menjanjikan uang yang banyak. "Siapa yang menemukan kantong saya, saya berikan imbalan."

Orang tua itu sampai di rumah pemuda penemu kantong milik nya. IA memberikan salam dan bertemu dengan pemuda tersebut. Ia langsung menanyakan kantong milik nya. "Apa kau benar menemukan sebuah kantong beludru berwarna biru?"

Pemuda itu mengiyakan dan bertanya ciri-ciri apa saja yang ada pada kantong secara rinci. Pemuda tersebut tetap berhati-hati agar ia tak salah memberikan kepada yang bukan berhak. Lalu orang tua itu menjelaskan ciri-ciri kantong milik nya secara terinci. Kemudian pemuda itu pun memberikan kantong kepada orang tua tersebut.

Orang tua itu mengeluarkan sejumlah uang yang memang telah ia niatkan untuk diberikan pada penemu kantong nya. Namun pemuda itu menolak, ia tidak mau menerima imbalan apa pun. "Tidak, saya tidak mau. Saya tidak pernah mengembalikan dengan niat dibayar." Lalu orang tua itu mengatakan, "Tapi saya sudah niat." Tapi pemuda menjawab, "Saya tidak bisa. Saya tidak mau."

Terus berulang kali orang tua tersebut menyampaikan bahwa ia memang sudah niat untuk memberi imbalan. Tapi pemuda tetap saja terus menolak. Sampai akhirnya orang tua tersebut putus asa dan pulang.

Tiga bulan setelah kejadian tersebut, pemuda itu mengalami kekurangan pendapatan. Ia pun terpikir untuk ke luar dari Mekkah. Ia ingin mencari pekerjaan di luar Mekkah. Ia ingin mencari rezeki dan modal untuk kemudian kembali lagi ke Mekkah. Ia pun menuju pelabuhan di Jeddah. Ia akan meneruskan ke suatu negeri di Afrika untuk cari kerja.

Di tengah lautan, kapal yang ditumpangi pemuda tersebut dihantam oleh ombak sampai hancur. Tapi pemuda itu selamat. Dengan hikmah Allah, pemuda tersebut berpegang pada sisa potongan kayu kapal. Kemudian ia pingsan. Ia baru tersadar kembali setelah ia terdampar di tepi lautan. Ia pun bangun dan melihat ke sekitaran tempat ia terdampar. 

Pada waktu itu malam menjelang subuh. Ia tetap menelusuri pantai untuk mencari kemungkinan ada bangunan. Dan ia melihat ada sebuah masjid. Masjid itu satu-satunya bangunan yang ia lihat. Ia mendatangi masjid tersebut. Ternyata kondisi masjid sangat tidak terawat. Masjid kelihatan sangat tua dan kotor. Bahkan banyak sarang laba-laba di sana. 

Waktu subuh akan segera tiba, dalam kondisi basah dan baru tersadar dari pingsan nya, ia membersihkan masjid tersebut. Kemudian ia azan di masjid itu. Dan ternyata masyarkat sekitar mendengar azan yang ia kumandangkan. Masyarakat pun berdatangan dan sholat subuh berjamaah dilakukan dengan pemuda tersebut sebagai iman.

Setelai selesai sholat, masyarakat menanyai pemuda tersebut. Masyarakat penasaran darimana pemuda ini datang. "Anda ini darimana?" Pemuda itu pun menjelaskan bahwa ia dari Mekkah. Ia menjelaskan kondisinya. "Saya dari Mekkah, saya datang dengan menumpangi kapal. Namun kapal tersebut diterjang obak dan hancur. Saya terdampar di tepian pantai dekat sini. Kemudian saya melihat ada masjid. Saya lihat masjidnya kotor. Saya bersihkan dan waktu subuh sampai. Saya pun azan."

Masyarakat takjub dan menyatakan bahwa mereka memang sedang membutuhkan imam untuk masjid mereka, "Kamu mau jadi imam di sini? Sekalian mengurus masjid? Nanti kami berikan gaji?." Kemudian pemuda itu menerima tawaran masyarakat. Ia pun tinggal di sana.

Setelah tiga bulan berlalu, dengan segala kesantunan dan kebaikan yang dimiliki pemuda tersebut. Masyarakat menyukai beliau. Masyarakat melihat pemuda ini juga hafal Al Quran dan memiliki ilmu agama yang luas. Masyarakat pun ingin menawarkan pemuda tersebut untuk menikah dengan salah satu anak gadis di pulau tersebut.

"Apa kau mau menikahi anak gadis ini? 

"Baiklah."

Pemuda itu pun menerima tawaran masyarakat. Tak lama berselang, masyarakat datang dengan membawa seorang anak gadis kepada pemuda tersebut. Anak gadis tersebut memakai cadar. Namun di lehernya ia memakai kalung. Kalung tersebut memilki permata zamrud yang kelihatan persis seperti zamrud yang ditemukan pemuda. Pemuda itu masih sangat hafal dengan ciri zamrud itu. Pemuda itu pun merasa heran.

Ketika pemuda melihat zamrud yang ada di leher gadis tersebut, masyarakat ternyata marah. Mereka berprasangka bahwa pemuda telah zalim. "Wahai anak muda, kau ini zalim kepada gadis ini. Kami datangkan ia untuk kau lihat wajahnya. Kau malah melihat kalungnya. Kau malah melihat permata zamrud yang ada di kalungnya?"

Pemuda itu pun kemudian menceritakan tentang kisah ia menemukan sebuah kantong dengan permata zamrud di dalamnya. Pemuda tersebut menceritakan kejadian yang ia alami yang telah berlalu enam bulan yang lalu. "Saya sangat yakin, batu permata ini lah yang saya temukan enam bulan lalu di Mekkah. Saya menemukan sebuah kantong, lalu saya umumkan, lalu seorang kakek tua..."

Begitu mendengar kata kakek tua, masyarakat berteriak "Allahuakbar. Allahuakbar." Pemuda pun merasa heran. "Kenapa kalian bertakbir?" Masyarakat pun mengatakan, "Apa kau tahu kakek tua yang kau sebut, dan kisah yang kau kau ceritakan tentang batu permata, betul permata inilah yang kau sebut itu. Dan kakek yang kau katakan itu adalah ayah gadis ini. Semenjak beliau pulang ke pulau ini, enam bulan lalu, beliau selalu cerita tentang kamu. Dan dia meninggal beberapa hari setelah ia pulang. Dan itulah penyebab kenapa masjid ini tidak terurus. Beliau adalah imam di masjid ini. Tak ada yang bisa gantikan beliau. Dan beliau sebelum meninggal berdoa, kami dengar, dia berkata: Ya Allah, jadikanlah anak muda di Mekkah itu, jodoh anak saya."

Thanks for reading & sharing ninamustika

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment

Search This Blog

Powered by Blogger.

Follow by Email