Uwais Al Qarni dari Yaman

Uwais Al Qarni
sumber gambar: google map
Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam pernah menyuruh Umar dan Ali memohon ampun kepada Allah melalui seseorang yang bernama Uwais Al Qarni karena kesholehannya. Dimana pada waktu itu bahkan Umar dan Ali tidak tahu siapa yang dimaksud oleh Rasulullah. 

"Hai Umar dan Ali, kalau kalian bertemu dengan Uwais Al Qarni dari suku Qarn di Yaman, maka mohonlah kepada dia agar beristighfar kepada Allah, untuk kalian berdua."

Uwais belum pernah bertemu Rasulullah. Ia beriman kepada risalah Rasulullah namun tidak pernah melihatnya. Namun pada waktu Rasulullah menyuruh Umar dan Ali untuk untuk memohon ampun melalui Uwais, Rasulullah menyebutkan ciri-ciri Uwais.

"Uwais berkulit sedang, tidak putih tidak juga gelap atau hitam. Tapi di kulitnya pernah terkena penyakit kulit dan tertinggal seperti sebesar koin dirham di pundaknya berwarna belang. Kemudian dia punya seorang ibu yang sangat tua dan berbakti padanya. Carilah dia."

Semenjak saat itu, setiap musim haji, Umar selalu bertanya kepada orang-orang dari Yaman. "Apakah ada Uwais? Apakah ada Uwais?"Dan orang-orang selalu menjawab, "Kami tidak tahu. Kami tidak kenal orang yang bernama Uwais."

Begitu seterusnya sampai tahun-tahun berlalu. Sampai Rasulullah pun telah meninggal, kemudian hingga Abu Bakar meninggal, dan hinggah sepuluh tahun Umar kemudian berkuasa, setiap tahun ia mencari dengan bertanya ke sana ke mari. Tak juga ia menemukan Uwais.

Hingga di tahun terakhir (di tahun Umar bin Khatab meninggal dunia), tahun 23, di musim haji, baru Umar akhirnya mendapatkan Uwais. Umar bertanya kepada orang-orang Yaman. Mereka berkata, "Hai amirul mukminin, setiap tahun anda tanya, kami tidak kenal." Kemudian ada satu orang yang menjawab, "Saya kenal seseorang yang bernama Uwais, seorang pengembala kambing di padang pasir, jauh di Yaman, tapi saya tahu ia tahun ini haji" Umar pun tersenyum "Dimana orangnya?"

"Kalau ia pergi haji, maka ia akan tiba beberapa hari lagi. Dan kalau anda mau menunggu, biasanya orang-orang Yaman datang dari arah sana." orang itu nenunjuk suatu arah dari Yaman.

Umar menunggu setiap hari di arah yang diberitahukan orang yang mengenal Uwais tersebut. Kemudian tibalah seorang yang sangat lusuh berjalan dengan kambing-kambing gembalaannya.

Umar bertanya, "Anda kenal Uwais?"

Orang itu menjawab, "Kenapa anda tanya Uwais?"

"Saya ingin bertemu dengan Uwais, dari suku Qarn dari Yaman."

"Saya Uwais. Nama saya Uwais."

Umar penasaran dan bertanya "Apa kau pernah terkena penyakit kulit? Dan engkau minta pada Allah kemudian Allah sembuhkan. Ada sisa seperti sebesar koin dirham saja?"

"iya"

"Bisa saya lihat pundakmu?"

Uwais pun membuka pundaknya dan tanda yang disebutkan Rasulullah benar ada.

"Apa kau punya seorang ibu yang sudah sangat tua?"

"iya"

"kau bakti padanya?"

"iya"

"Kalau begitu, beristighfarlah pada Allah untuk saya."

"anda ini siapa?"

"Saya Umar bin Khatab"  

Uwais kaget. Nama Umar sangat masyhur. Ia pun berkata, "Wahai amirul mukminin, saya beritighfar untuk anda?"

"Iya, Rasulullah yang suruh. Rasulullah menyebut nama saya. Rasulullah menyebut nama kamu."

Uwais pun beristighfar untuk Umar, "Ya Allah ampunilah Umar, ampunilah keluarganya."

Setelah selesai, Umar pun berlarian mencari Ali dan menyampaikan bahwa ada Uwais.

"Hai Ali, ada Uwais, cepat temui ia."

Ali pun berlarian diantar Umar dan Uwais masih ada dengan gembalaannya.

Ali pun berkata, "Hai Uwais, beristighfarlah pada Allah untuk saya."

"Siapa anda ini?"

"Saya Ali bin Abi Thalib"

"Ali bin Abi Thalib?"

Uwais keheranan. Ia heran setelah Umar tadi sekarang Ali meminta hal yang sama. Ali pun sangat masyhur.

"Kenapa?"

"Rasulullah yang suruh"

Umar pun berkata, "Betul wahai Uwais, kami ini disebut nama oleh Rasulullah: 'hai Umar, hai Ali jika bertemu dengan uwais yang ciri-cirinya seperti ini. maka mintalah uwais untuk beristighfar untuk kalian'."

"Rasulullah yang suruh?"

"Iya"

"Baiklah. Ya Allah ampuni Ali. Ampunilah keluarganya"

Kemudian setelah selesai, Umar dan Ali memberikan pengumuman pada muslimin. "Kami sudah bertemu dengan Uwais."

Dan semua orang pada musim haji itu mencari Uwais. Namun Uwais tidak lagi ditemukan di kitaran lokasi haji. Bahkan orang-orang mencari juga sampai ke Yaman. Dan tetap saja Uwais tidak lagi ditemukan. 

1 Response to "Uwais Al Qarni dari Yaman"

  1. Salah satu risalah rasulullah yang menjadi suri tauladan untuk selalu berbakti kepada orangtua, selalu terkagum2 kalau membaca kisah tentang uwais yang sangat berbakti pada ibu nya

    ReplyDelete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel