Home » » Abu Rahal Al Gifari Terinjak Kaki Rasulullah

Abu Rahal Al Gifari Terinjak Kaki Rasulullah

Posted by ninamustika.com on Monday, December 17, 2018

Abu Rahal Terinjak Kaki Rasulullah

Ada kisah tentang kejadian Abu Rahal Al Gifari yang tak sengaja terinjak kaki Rasulullah. Kejadian ini terjadi sepulangnya pasukan Rasulullah dari perang tabuk. Pada saat di perjalanan pulang itu, Abu Rahal merasa sangat mengantuk. Padahal ia sedang mengendarai unta. Untanya berdekatan dengan unta Rasulullah. Unta Abu Rahal pun semakin mendekati unta Rasulullah. Begitu terus sampai akhirnya mengenai unta Rasul. Karena ketika mengendarai unta, kaki penunggang berada di sebelah perut unta. Kaki Abu Rahal pun - tanpa Abu Rahal sadari- tepat menginjak kaki Rasulullah. Bahkan terinjak dengan keras. 

Abu Rahal samasekali tidak sadar. Ia tidak bermaksud untuk menginjak kaki Rasul. Sampai akhirnya Rasulullah menyentuh Abu Rahal dengan tongkat beliau sambil membangunkannya. Barulah ia sadar bahwa unta nya mengenai unta Rasulullah. Ia pun merasa ketakutan. Ia takut bahwa keburukan akan terjadi padanya. Ia pun pergi ke belakang pasukan. Ia mau sampai ia mengganggu Rasul kembali. Dan ketika pasukan istirahat, ia pergi mengembala kambing-kambing dan unta-unta yang dibawanya jauh ke padang pasir. Ia sengaja agar tak dicari oleh Rasulullah. Ia sangat khawatir ia akan ditegur karena kejadian tadi.

Pada saat ia melihat pasukan bergerak melanjutkan perjalanan dari kejauhan, ia pun kembali menuju pasukan. Ia lalu bergabung kembali ke pasukan. Ia pun bertanya pada teman-temannya, "Apakah Rasulullah mencariku?" Dan mereka menjawab, "iya". Abu Rahal pun cemas. Ia berkata, "Demi Allah, aku takut ayat Al Quran turun pada ku." Ia benar-benar khawatir jangan sampai kejadian yang tadi dialaminya menjadi ayat Al Quran yang kemudian akan ditilawah sampai hari kiamat. Ia takut akan menjadi suatu permasalahan teramat besar baginya.

Ketika tiba di hadapan Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wassalam, Rasulullah pun berkata, " Wahai Abu Rahal, sungguh kau telah menyakitiku. Kaki kau menginjak kaki ku tadi sakit."

Abu Rahal meminta maaf, "demi Allah aku tadi tidak sadar wahai Rasulullah. Aku minta maaf."

Kata Rasul, "baiklah, aku maafkan. Tapi tadi, waktu aku membangunkanmu, aku menyentuhmu dengan tongkat ku. Maka ambillah tongkat ini. Dan lakukan hal yang sama pada tubuhku sebagai balasan."

Rasulullah memaksudkan untuk qisas. Beliau menunjukkan bagaimana suatu keadilan. Walau pun tadi kaki beliau terinjak dan beliau kesakitan, Abu Rahal telah dimaafkan oleh beliau. Tapi karena Rasulullah menyentuhkan tongkat ke tubuh Abu Rahal untuk membangunkan Abu Rahal, Rasulullah mempersilahkan Abu Rahal untuk membalas kepada Rasulullah. 

"Tidak Ya Rasulullah. Itu hak Anda. Aku tidak akan membalas dan sudah memaafkannya."

Maka Rasulullah bertanya pada Abu Rahal, "Dimana orang-orang yang berpostur tinggi dari suku mu? Mana mereka?"

"Mereka tidak ikut wahai Rasulullah."

Maka rasul bertanya lagi, "Mana yang berpostur pendek dan berkulit sawo matang."

"Kami tidak punya satu pun dari suku kami yang berkulit sawo matang dan pendek Ya Rasulullah."

Rasulullah berkata, "Ada aku pernah lihat."

"Mungkin dari sekutu kami dari Aslam. Mereka tidak ikut setelah Hunain wahai Rasulullah."

Kemudian Rasulullah berkata, "Sungguh yang paling berat bagi aku bila Muhajirin dan Ansar, juga Gifari dan Aslam tidak ikut."

Thanks for reading & sharing ninamustika.com

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment

Search This Blog

Powered by Blogger.

Follow by Email