Fudhail bin Iyadh Perampok yang Bertaubat

Fudhail bin Iyadh Perampok yang Bertaubat

Fudhail bin Iyadh adalah seorang perampok yang terkenal karena kekuatan fisiknya. Ia bahkan biasa merampok sendirian. Ia juga sangat sadis. Ia selalu membunuh orang yang dirampoknya. Ia memiliki kebiasan membunuh korbannya dahulu baru kemudian mengambil semua hartanya. Ia tidak akan mau meninggalkan korbannya hidup. Meskipun korbannya menawarkan harta yang sangat banyak agar ia tidak dibunuh. Fudhail menjadi  begitu dikenal di kalangan orang-orang Arab. Hingga telah menjadi nasihat untuk tidak lewat ketika malam hari di beberapa kawasan yang biasanya ada Fudhail di sana.

Suatu waktu Fudhail masuk ke dalam suatu kota. Ia berniat merampok di kota itu. Ia beraksi saat tengah malam. Ia naik ke atas tembok sebuah rumah. Saat di atas tembok, ia melihat pemilik rumah sedang sholat malam. Pemilik rumah tersebut sedang membaca surah Al Hadid. Begitu pemilik rumah sedang membacakan ayat 16 dari surat Al Hadid, hati Fudhail tersentuh.

Belum tibakah waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk secara khusyuk mengingat Allah dan mematuhi kebenaran yang telah diwahyukan (kepada mereka) dan janganlah mereka (berlaku) seperti orang-orang yang telah menerima kitab sebelum itu, kemudian mereka melalui masa yang panjang sehingga hati mereka menjadi keras. Dan banyak di antara mereka menjadi orang-orang fasik.

Fudhail sangat tersentuh. Ia merenungi ayat tersebut. Ia pun menangis dan turun dari tembok. Ia menyusuri jalan tanpa tau arah. Ia tak tahu harus ke mana. Kemudian sampailah ia di depan sebuah masjid. Ia berjalan ke masjid tersebut dan masuk ke dalam masjid. Ia tak pernah ke masjid sebelumnya. Ia pun tak bisa sholat. Ia tak mengerti cara beribadah. Ia duduk di depan mihrab dan menangis.
Ketika hampir masuk waktu subuh, marbot masjid datang. Marbot ingin menyalakan penerangan masjid yang berupa lampu minyak dengan sumbu. Begitu lampu itu menyala, ia mengarahkan ke berbagai arah. Ia ingin melihat kondisi masjid. Ia kemudian berjalan mendekati mihrab. Ia kaget ternyata ada orang. Ia  menerangi orang tersebut. Begitu melihat wajah Fudhail bin Iyadh, ia terperanjat, "Fudhail". Ia berlari ketakutan. Ia berlari ke luar masjid. 

Ia pun bertemu dengan orang-orang yang hendak masuk masjid. Orang-orang itu keheranan dan menanyai marbot masjid. "Ada apa?" Marbot itu mengatakan bahwa Fudhail bin Iyadh ada di masjid.  Mereka ketakutan. Tak satu pun dari mereka berani masuk ke dalam masjid. Sholat subuh terpaksa ditunda. Setelah beberapa waktu, mereka merasa resah belum melaksanakan sholat subuh. Mereka akhirnya berdiskusi. Lalu ada satu orang yang memberanikan diri. "Saya akan coba masuk dan melihat nya."
Ia masuk ke dalam masjid perlahan. Ia mencoba mendengarkan dengan seksama. Ternyata yang ada adalah suara tangisan. Ia mendekati Fudhail, "Fudhail, kenapa kau di masjid ini?" Fudhail menjawab, "Saya tobat kepada Allah." Waktu itu marbot mendengar jawaban Fudhail dan langsung berteriak, "Allahuakbar!" Ia memberitahukan orang-orang yang menunggu, "Fudhail tobat!" Orang-orang masuk ke dalam masjid. Mereka menyalami Fudhail. 

Setelah kejadian itu, Fudhail mulai mendalami Islam. Ia banyak membaca buku-buku Islam. Ia menghafal Al Quran. Sampai akhirnya ia menjadi ulama besar. Kisah tobatnya sangat terkenal. Ia menjadi contoh bagaimana tobat bisa dilakukan. Kemudian mengisi sisa umur dengan amal sholeh. Dan bisa meninggal dalam keadaan khusnul khotimah.

Baca juga: Berdzikir dengan Laa Hawla Wa Laa Quwata Illa Billah

0 Response to "Fudhail bin Iyadh Perampok yang Bertaubat"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel