Resep Tahu Balado

resep sambal tahu

Bahan

4 buah tahu
1 genggam rimbang
1/4 papan tempe
1 siung bawang merah
1 lembar daun jeruk
1 lembar daun salam
garam dan penyedap

Bumbu halus

15 buah cabai merah keriting
5 siung bawang merah
2 siung bawang putih

Cara memasak

1.Bersihkan semua bahan dan bumbu
2.Potong tahu menjadi empat bagian
3.Potong tempe berbentuk lidi
4.Buang tangkai rimbang
5.Iris tipis bawang merah
6.Goreng tahu, sisihkan
7.Goreng tempe, sisihkan
8.Goreng rimbang, sisihkan
9.Goreng bawang merah, sisihkan
10.Haluskan bumbu
11.Tumis bumbu halus beserta daun jeruk dan daun bawang
12.Tumis bumbu sampai benar-benar masak
13.Buang daun jeruk dan daun salam
14.Tambahkan garam dan penyedap
15.Masukkan bawang goreng, aduk rata
16.Matikan kompor, tunggu bumbu dingin
17.Masukkan tahu goreng, tempe goreng, dan rimbang

Cerita Tentang Samba Tahu
Sewaktu kecil aku penyuka sambal. Ketika remaja aku tak bisa lagi makan sambal. Entah kenapa perutku tak bisa lagi menerima sambal. Setiap setelah makan lauk yang disambal, aku perut sakit. Bolak-balik kamar kecil. Kemudian aku menjadi penyuuka makanan manis. Lama sekali aku menjadi penyuka makanan manis. Aku bahkan seperti anti sekali dengan makanan pedas. Kalaupun terpaksa makan karena tak ada pilihan lain, aku mengambil sangat sedikit.

Lalu aku berkesempatan ikut program mengajar ke daerah tertinggal. Penugasannya melalui Universitas Negeri Padang. Pelatihan sebelum berangkatnya pun dilaksakan oleh Universitas Negeri Padang. Sebenarnya ada banyak universitas lain yang juga menjadi penyelenggara. Tapi aku memilih Universitas Negeri Padang. Walhasil aku dua minggu pelatihan sebelum berangkat ke daerah tertinggal di sana. Lalu makan makanan yang pedas-pedas. 

Kemudian berangkat ke daerah penempatan. Aku mendapat tugas di Nusa Tenggara Timur. Tepatnya di pulau Timor. Ternyata cabai di sini berbeda dengan cabai di Sumatera. Cabainya memiliki rasa yang teramat pedas. Memakannya sedikit saja, sakit sudah sampai ke ubun-ubun. Mataku kemudian berdenyut-denyut. Aku merasa pusing. Lalu perut sakit menyerang. Yah aku menghindari cabai ini. Tapi di saat-saat tertentu mau juga pakai cabai.  

Tugas di sana selama satu tahun. Lalu pulang ke kampung halaman. Istirahat selama beberapa bulan. Selama itu aku memperlihatkan perbedaan. Keluargaku heran. Setiap makan sambal di rumah itu aku mengatakan, "Kok sambalnya manis?" Padahal kadang mereka kepedasan. Ini sering terjadi kemudian. Di saat mereka kepedasan, aku malah tidak merasa makanan itu pedas sama sekali. Aku tidak mungkin menambah cabai dalam makanannya. Karena pasti akan lebih kepedasan lagi orang-orang serumah.

Kemudian lanjut kuliah profesi di Universitas Negeri Padang. Ini adalah kuliah bonus karena telah bertugas di daerah tertinggal. Kuliahnya menggunakan sistem berasrama. Makanan disiapkan asrama. Tidak boleh makan di luar. Harus makan makanan yang diberikan pihak asrama. Makanannya tentu saja ala minang. Rasanya pedas semua. Awalnya aku sering perut sakit setelah makan. Tapi ternyata lama-lama aku menjadi terbiasa. Akhirnya aku malah menyukai makanan pedas.

Ternyata aku juga mendapat jodoh orang minang. Tentu saja ia juga penyuka makanan pedas. Bahkan makanan di daerah asalnya jauh lebih pedas dari rata-rata. Pertama kali aku mencicip makanan dari kampung halamannya, aku mengucurkan air mata. Air mataku terus mengalir beberapa menit. Aku menyekanya dengan tisu. Tak selesai juga. Aku menyiram mukaku dengan air. Namun kembali mengucurkan air mata lagi. Sampai akhirnya berhenti sendiri.

Di setiap ada kesempatan makan makanan super pedas, aku coba makan sedikit. Lalu coba lagi sedikit. Lama-lama terbiasa juga. Sekarang makan makanan pedas akhirnya sudah menjadi bagian dari keseharianku. Hanya saja kini karena sedang hamil, aku ga makan makanan pedas. Hanya memasakkan untuk suami. Aku kembali makan makanan yang manis-manis saja.

0 Response to "Resep Tahu Balado"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel