Makanan di Tanjung enim

Tanjung Enim

www.ninamustika.com_ Kali ini aku mau cerita tentang bagaimana makanan di Tanjung Enim. Awal pindahan ke sini aku suka sekali makan sate madura. Karena jualan sate madura ada banyak di sini.  Ada yang khusus jual sate ayam saja. Ada yang terkenal dengan sate kambingnya yang enak. Kebetulan yang dekat rumah sate ayam. Sewaktu pertama sampai di Tanjung Enim, hari sudah malam. Untuk makan malam kami beli sate ayam itu. Rasanya enak. Porsinya juga banyak. Kata suami lain kali ia belikan sate kambing yang terkenal enak itu. Beberapa hari kemudian ia belikan. Rasanya memang lebih enak. Tempatnya lebih ramai pengunjung. Antrinya lumayan lama. Pernah suatu waktu kami mau ke sana, eh tutup. Jadi beli di tempat lain. Ternyata ga enak. 

Sebelum pindahan ke Tanjung Enim, aku sudah tanya sama suami, "Ada sate madura ga di sana?" dan ternyata dia jawabnya cepat sekali, "banyak banget". Nyatanya dia memang sering beli. Suami pun bercerita bahwa di sini banyak juga orang jawa. Jadi makanan khas jawa gampang aja ditemukan di sini. Termasuk sate madura. Malah sate Padang yang sulit ditemukan. Pernah pada suatu malam aku pengen banget makan sate padang. Kata suami ga ada jualan sate padang malam-malam di sini. Adanya pagi hari. Lokasinya di pasar lama. Yang jual memang orang padang. Selain jual sate juga jual lontong sayur khas padang. Sate padang di sana enak. Tapi pagi-pagi aru bisa belinya atau siang.

Tanjung Enim

Sewaktu pagi minggu, aku ajak suami beli sate padang itu. Satenya sate kambing. Tak ada pilihan ayam. Sebenarnya aku kadang lebih suka sate padang yang pake daging ayam. Tapi yang kambing juga oke. Pernah suatu saat aku pengen banget sate padang. Sate padang yang biasa kami beli itu tutup. Lalu suami cari ke pasar lain. Ternyata ada. Tapi rasanya ga enak. Kalau dibandingkan dengan rasa sate maduranya, di sini jauh lebih enak sate madura menurutku. Terakhir beberapa bulan belakang ini, ada sate padang yang jualan malam kata suami. Tapi kami belum ada coba beli.

Makanan khas Sumatera Selatan yang aku suka adalah tekwan. Aku pernah minta suami belikan tekwan. Waktu itu aku masa awal kehamilan. Aku ga bisa makan nasi. Cium aroma nasi aja aku mual. Aku kepikiran banget mau tekwan. Suami pun mencarikan tekwan. Sebelumnya kami belum pernah beli. Ia menemukan tekwan yang kupesan. Pas ku makan, ternyata ga enak. Tapi tetap aja aku habisin. Aku tetap bisa makannya. Besoknya aku cari tekwan di pasar. Syukurnya ada. Rasanya pun enak. Harganya murah. Hanya Rp 5000 satu porsinya. Satu porsi ini sudah cukup kenyang.

Trus aku coba beli lotek di pasar. Harganya Rp 7000 satu porsi. Rasanya juga enak. Meskipun sayur yang digunakan aneh menurutku. Penjualnya hanya menggunakan sayur bayam, tauge, dan kol. Tapi bumbu yang penjual itu racik pas banget di lidah aku. Lotek adalah salah satu makanan kesukaanku. Pernah sekali coba beli di tempat lain. Rasanya enak, tapi ga seenak yang di tempat langgananku ini. Sayurnya malah tambah aneh. Sayur yang digunakan adalah sawi putih dan sawi pahit. Tapi porsinya lebih banyak. Btw, kalau makan lotek, aku lebih suka pake nasi daripada pakai lontong. Jadi lotek adalah salah satu penolong saat aku susah makan nasi.

Salah satu penolong makan nasiku juga adalah soto. Kebetulan soto dekat rumah rasanya enak. Sotonya ala jawa kayaknya. Sotonya murni pakai daging ayam aja. Ga ada soun, ga ada sayur, ga ada yang lain, cuma ayam suwir aja. Harganya Rp 15.000. Rasanya enak banget. Aku suka banget soto ini. Di tempat jual soto ini juga ada jual soto daging dengan harga yang sama. Lalu ada juga jual mie ayam dan bakso. Tapi aku ga pernah coba, cuma beli soto aja di sini. Kalau bakso aku dan suami pernah beli di tempat lain. Rasanya ga enak. Kata suami ada bakso yang terkenal enak, tapi tempatnya jauh.

Kalau ke rumah makan, aku pernah sekali ikut suami buka bareng teman-teman kerjanya. Kata suami harga di tempat makan itu agak mahal. Tapi rasanya enak. Aku ikut saja. Waktu itu suami yang pesankan makanan. Untuk makanannya nasi ayam geprek. Minumnya susu strawbery. Pas aku makan, cabainya sungguh luar biasa pedas. Aku ga suka makanan terlalu pedas. Untungnya suami sudah pesankan minumnya susu strawbery. Jadi rasa pedas itu bisa ternetralisir. Porsinya lumayan banyak. Aku ga bisa menghabiskannnya. Untuk susunya ukuran sedang. Mungkin karena puasa juga jadi aku habiskan dengan cepat. Tempatnya nyaman dan dekorasinya instagramable. Cocok untuk anak-anak muda kayaknya. 

Tanjung Enim

Satu kali lagi pernah ke rumah makan. Menu di sini lebih banyak. Harganya terjangkau. Suasanya nyaman. Rumah makan ini lebih cocok untuk keluarga. Kalau bawa anak kecil kayaknya lebih nyaman di sini. Kalau ga salah namanya cahaya ungu. Tempatnya juga luas. Waktu itu karena sudah lama ga makan ikan, aku pesannya nila goreng sambal hijau. Rasanya enak. Suami waktu itu pesan nasi goreng. Rasanya juga enak. Aku juga pesan es campur. Rasanya enak. Aku suka banget es campurnya. Minumnya kami pesan air mineral aja. Sayangnya tempat makan ini berada agak rendah dari pada badan jalan. Sedangkan jalanan di sini kan berdebu banget. Untungnya pas kami ke sana. Pas ada mobil penyiram jalan. Jadi suasana sedang adem.

Untuk jajanan, yang pernah aku beli adalah kue-kue tradisional yang dijual di tempat jual sarapan dekat rumah. Rasanya menengah. Harganya satu kue Rp 1000 aja. Juga dijual susu kedelai, bubur kacang ijo, dan bubur jagung di sana. Harganya Rp5000. Juga ada lontong kuah harganya Rp. 5000 juga. Ada juga nasi gemuk (nasi uduk) dan burgo tapi aku belum pernah beli. Kalau jajanan lain selain di sana, aku pernah beli bakso bakar, rasanya menengah juga. Pernah juga beli pempek panggang, rasanya menengah juga. Pernah coba beli martabak bangka, rasanya menengah. Harganya aku lupa, sekitar Rp 20.000 an kayaknya. Ternyata kebanyakan. Terpaksa ga bisa dihabiskan. Yang aku suka itu roti bakar, rasanya enak. Harganya bervariasi tergantung rasa. Tapi tetap di kitaran Rp 15.000 saja.

0 Response to "Makanan di Tanjung enim"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel