USG 4D

pengalaman USG

www.ninamustika.com_ Assalamualaikum.wr.wb. Apa kabar sobat semuanya? Semoga selalu dalam lindungan Allah dan dalam kemudahan. Hamil merupakan suatu pengalaman luar biasa yang dialami setiap wanita. Seorang teman pernah berucap, "Hamil adalah bukti kesempurnaan perempuan." Nyatanya mungkin iya. Benar banget. Begitu menikah, umumnya setiap pasangan tentu akan menginginkan buah hati.

Satu bulan menikah, aku belum hamil. Bulan kedua setelah menikah, aku masih menstruasi. Mulai timbul sedikit kekhawatiran dalam benakku. Pasalnya dari semenjak aku pertama kali menstruasi ketika masih sekolah menengah pertama, menstruasiku tergolong tidak normal. Menstruasi pertamaku adalah full satu bulan. Empat bulan berturut-turut berikutnya aku tidak menstruasi sama sekali. Bulan kelima, aku menstruasi lagi dan full satu bulan. Ada yang menyarankan untuk ke rumah sakit memeriksakan apa penyebabnya. Tapi kadang ke rumah sakit itu suatu yang mengerikan. Takut mendengar statemen negatif dari ahli kesehatan yang justru membuat stress.

Aku jalani saja pola menstruasiku yang tidak seperti orang kebanyakan tersebut. Berjalan waktu, menstruasiku tidak lagi sebulan penuh. Hanya jumlah harinya tak tentu. Kadang lima hari. Kadang satu minggu. Kadang tiga hari saja. Waktu datangnya pun tak teratur. Jadi aku tidak pernah bisa menduga kapan aku akan menstruasi. Pernah tiga bulan berturut-turut tidak menstruasi. 

Finally, aku hamil. Ternyata meskipun aku adalah seorang yang menstruasinya ga teratur, aku bisa hamil. Jadi buat yang pola menstruasinya ga teratur jangan takut. Tetap bisa hamil juga. Aku ketahui bahwa aku hamil pada pertengahan Juni 2019. Sudah beberapa minggu sebelumnya, aku merasa memang ada yang berbeda pada diriku. Pertama, aku jadi sangat sensitif terhadap bau. Aku merasa semua bau di lingkunganku sangat menyengat dan sangat tidak bersahabat. 

Kedua, aku jadi sangat mudah letih. Berjalan sepuluh meter saja sudah cukup membuatku sangat keletihan. Ketiga, aku jadi susah banget makan. Melihat nasi aku merasa seperti enggan. Dulunya aku lumayan banyak makan nasi. Porsi makanku jadi jauh berkurang. Aku juga pengen makan makanan tertentu dan sering berubah selera. Misalnya, pagi ini cuma mau makan sate padang. Makan yang lain ga mau. Siangnya mau banget makan sup daging. Kayaknya enak baget makan sup daging. Kalau makan sup itu pasti aku lahap. Kalau ga makan sup itu, males banget makan.

Keempat, jadi sering meludah. Produksi air liur sepertinya memang meningkat tajam. Aku jadi sering banget meludah. Kelima, sering buang air kecil. Aku jadi bolak balik toilet pengen buang air terus. Dengan semua pertanda ini, akhirnya aku memutuskan untuk tes uji kehamilan pribadi dengan alat yang bisa dibeli di minimarket. Aku memilih test pack strip sensitif. Katanya ini superbrand dan akurat banget. Harganya Rp 20.000 an. Begitu di tes, ternyata memang positif.

Untuk lebih memastikan sekaligus periksa kesehatan. Aku dan suami pergi ke bidan terdekat. Bidannya tes lagi dengan test pack strip juga. Hanya dengan merek yang berbeda. Hasilnya juga positif. Di awal kehamilan itu, semua kondisi fisikku baik. Aku hanya mengalami sedikit morning sickness. Kemudian dari bidannya diberi suplemen vitamin supaya tidak kekurangan nutrisi. Aku dan suami sempat menanyakan biasanya kalau USG berapa biayanya. Kata bida tersebut, biaya USG Rp 75.000 saja. Ini adalah USG yang diselenggarakan setiap waktu posyandu.

Aku nanya sama bidannya, "Mulai usia kandungan berapa sudah boleh USG?"

Ternyata kata bidannya, mulai usia kandungan satu bulan sudah boleh USG. "Kalau mau lihat janinnya, mulai usia satu bulan juga sudah boleh USG. Kami punya dokter rekomendasi yang biasanya kami rekomendasikan untuk USG. Minimal USG adalah satu kali selama masa kehamilan. Pada waktu bulan terakhir kehamilan. Karena kami mau melihat kondisi bayi normal dan posisinya normal. Kalau semuanya normal baru bisa kami bantu melahirkan di sini. Kalau kondisi dan posisi bayi tidak normal, kami tidak bisa bantu melahirkan. Harus sama dokter."

Begitu pulang dari konsultasi ke bidan, kami langsung mendiskusikan tentang USG. USG itu ada yang 2D, ada yang 3D, ada yang 4D, dan ada yang 5D. Bedanya adalah ditingkat kejelasan gambarnya. Untungnya semua pilihan ini sudah ada di tempat tinggal kami. Jadi bisa bebas memilih mau yang berapa D. Kami memutuskan untuk tidak USG di trisemester pertama. Mertua juga menyarankan USG setelah lewat empat bulan. Kami pun menunggu sampai usia kandunganku melewati empat bulan. 

Bulan kelima kehamilan adalah masa yang cocok. Karena yang pertama, sesuai dengan saran mertua yaitu sudah lewat empat bulan. Yang kedua, kebetulan suami ada waktunya di bulan kelima ini. Kami pun pergi ke klinik untuk USG. Kami berangkat setelah waktu ashar, sekitaran pukul 16.30. Ternyata dokternya biasa mulai di jam 17.00. Pada waktu itu dokternya juga sedang ada operasi. Jadi kami diminta menunggu sampai pukul 17.30. Kami menunggu sekitar lebih kurang satu jam. Disela menunggu itu aku dicek berat badan dan tekanan darah.

Sekitar pukul 17.40, aku dan suami dipanggil untuk masuk ke ruangan USG. Ternyata USGnya yang 4D. Aku berbaring disamping alat USGnya. Satu monitor ada tepat di hadapanku. USG 4D bisa memperlihatkan kondisi fisik bayi dengan jelas. Raut wajahnya pun juga jelas. Aku juga sudah melihat gerak geriknya yang gemulai. Memang ternyata bayinya perempuan. Hanya saja tentu warna dari gambarnya adalah kecoklatan. Semuanya satu warna. Tapi intinya semua keadaan fisik terlihat, raut wajah terlihat, gerak gerik juga terlihat jelas. Hanya yang belum tahu adalah warna kulit bayi. Apakah putih atau hitam atau kuning langsat atau gimana.

Kemudian setelah USG aku juga dicek darah. Diambil darah dari pergelangan tangan kanan. Untungnya tidak terasa sakit ketika darah disedot. Tidak juga ada efek setelahnya. Hanya pegal sedikit dan sebentar saja. Cek darah untuk melihat kekentalan darah dan tingkat HB. HB normal adalah minimal 10. Jika HB dibawah angka 10 maka itu pertanda kurang baik. Meningkatkan HB bisa dengan banyak mengkonsumsi sayur, buah, dan ikan. Aku nanya buah apa yang bagus untuk meningkatkan HB. Kata dokternya, "Buah Semangka, Pepaya, dan Jeruk."

Ternyata HBku lumayan rendah, yaitu 8.8. Selama hamil aku memang tidak pernah makan ikan, tidak pernah makan semangka, dan hanya mungkin dua kali beli jeruk. Aku kemudian diberikan resep obat untuk meningkatkan HB. Biaya USG 4D adalah RP 350.000. Kemudian harga total obat untuk meningkakan HB adalah Rp 280.000. Jadi biaya yang dikeluarkan untuk USG ini adalah lebih kurang RP 600.000.

Iseng aku juga sekalian lihat daftar harga perkiraan bersalin yang ada di klinik tersebut. Kebetulan banget daftar harga ada terpampang di atas meja pendaftaran. Untuk biaya persalinan normal dan kelas III, paling murah adalah RP 3.000.000,-. Untuk biaya persalinan caesar nginap tiga hari kelas III, paling murah adalah Rp 13.000.000. Semoga aku bisa bersalin normal. Semoga bisa bersalin di bidan saja dengan selamat dan aman lancar. Semoga juga semua orang yang sedang hamil mendapatkan kemudahan dalam kehamilannya dan kemudahan dalam  persalinannya nanti, normal, sehat, lancar, selamat. Aamiin Ya Rabbal Alamin.

1 Response to "USG 4D"

  1. Semoga kehamilan dan persalinannya lancar nanti ya
    Btw itu guru agama beneran ngomong gitu tanpa konfirmasi dan cek lagi? sedih banget guru agama begitu ya

    ReplyDelete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel