Apakah Merayakan Maulid Nabi Muhammad Bid'ah?


Apakah Merayakan Maulid Nabi Muhammad Bid'ah?

Ustaz Adi Hidayat
Nabi Muhammad adalah suri tauladan bagi kita. Maka jika menghadiri momentum kelahiran Nabi Muhammad biasanya akan bersemangat mengingat Nabi Muhammad. Selalu ada momentum untuk mengingat sesuatu. Ketika ada momentum beberapa ulama mencoba menghadirkan nilai-nilai kebaikan untuk mengembalikan kita pada ajaran Nabi Muhammad. Momen tersebut menjadi waktu untuk mengenalkan Nabi Muhammad. Meskipun harus diingat bahwa setiap waktu adalah maulid. Setiap waktu adalah tepat untuk mengenal Nabi. Tapi kalau ada momentum bersamaan dengan waktu kelahiran Nabi kemudian kita hidupkan untuk mengenal kepada Nabi dalam bentuk yang disunnahkan, maka tidak ada masalah.

Misalnya, momentum itu diisi dengan taklim. Tujuannya ingin mengenalkan Nabi Muhammad. Tujuannya ingin mengenalkan syariat islam, maka tidak ada masalah. Bukan mengkhususkan di waktu itu saja. Taklim bisa dilakukan kapan pun. Tapi menjadikan sebagai momentum mengingat Nabi pada saat itu. Tak lupa untuk saling mengingatkan bahwa mengingat Nabi bukan hanya saat hari itu. Kemudian diharapkan menjadi salah satu cara memberitahukan kepada masyarakat untuk mencintai Rasulullah.

Ustaz Abdul Somad
Maulid artinya kelahiran. Ulama-ulama saking senangnya dengan kelahiran Nabi, mereka menyusun syair. Syair-syair itulah yang dinamai sayir maulid. Syair itu dibaca kemudian mengucapkan salawat. Haramkah melakukan itu? Lihat dalil.

Ada sahabat yang memuji-muji Nabi, Hasan bin Tsabit. Nabi membiarkan.

Ada Uqbah, dia memuji Nabi. Nabi membuka kain yang beliau tekuk di lehernya dan memberikannya pada sahabat itu.

Maka jika membaca syair memuji Nabi itu tak salah, asal jangan ada riya, sombong.

Buya Yahya
Maulid Nabi adalah bergembira dengan Nabi.Mengajak orang-orang untuk bersama-sama memperbaharui kegembiraannya. Memperbaharui syukur. Kita merayakan dalam artian kita mengagungkan Nabi. Nabi kita agungkan mulai dari lahir. Mengagungkan Nabi memang setiap hari. Memilih hari untuk lebih mengagungkan lagi kenapa tidak boleh? Kita setiap hari, pagi, siang, malam, mengagungkan Nabi. Mungkin tidak bisa setiap waktu mengagungkan dengan sama. Maka dibuat suatu acara supaya yang lupa biar ingat.

Apa yang ada dalam acara itu? Menyebut sejarah Nabi. Menyebutkan kisah Nabi itu menguatkan iman. Membaca selawat. Orang-orang berkumpul, ada penceramahnya. Ada sedekah. Semuanya kebaikan. Untuk mendekatkan orang kepada Nabi.

Habib Novel Alaydrus
Memperingati hari lahir Nabi Muhammad boleh tidak? Kenapa Rasulullah SAW puasa di hari senin?

Dalam hadist yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, "Suatu ketika Nabi Muhammad SAW ditanya oleh para sahabat, kenapa puasa hari senin? Rasulullah menjawab, 'di hari itu aku lahir dan di hari itu aku menerima wahyu.'"

Rasulullah mengajarkan umatnya puasa di hari itu bukan untuk mendapat pahala yang besar, tapi umat diajari puasa hari itu niatnya memuliakan Nabi Muhammad SAW. Karena memuliakan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Nabi bukan ulang tahun setahun sekali, tapi ulang hari, setiap senin. Berdasarkan hadist ini berarti kita merayakan hari lahir Nabi Muhammad adalah boleh bahkan diperintahkan. Karena bulan kelahirannya pun kita muliakan maka suatu hal yang luar biasa. Ada rasa senang dengan bulan kelahirannya Rasulullah.

Mungkin timbul pertanyaan, bukankah Nabi puasa? Kok anda justru baca maulid, salawatan, trus makan-makan?

Puasa itu hari senin, kalau kita memperingati maulid nabi hari selasa, kita niat pengen memperingati hari-hari sebelum atau sesuah lahirnya nabi, kan tidak ada puasa di hari selasa. Maka di luar hari senin, kalau kita sedekah, atau ibadah yang lain, maka itu sesuatu yang baik-baik saja. Kalau kebetulan hari senin, ya puasa. Tapi jangan menghalangi orang yang puasa untuk makan.

Kalau bagusnya puasa kenapa panitia penyelenggara maulid menyiapkan makan?

karena menyiapkan makan itu perintah nabi Muhammad SAW. "Kasih makan" itu termasuk syukuran. Jangan memaksa orang puasa semua. Jangan memaksakan kehendak.

0 Response to "Apakah Merayakan Maulid Nabi Muhammad Bid'ah?"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel