Inilah Kedasyatan Sholawat Nabi

manfaat sholawat nabi

Inilah Kedasyatan Sholawat Nabi

Sebelum kita menyimak apa saja kedasyatan dari bersholawat yang dijelaskan ulama. Mari kita lihat terlebih dahulu, kawan, arti sholawat dalam KBBI. Dimana dalam KBBI, kata sholawat tertulis selawat. Selawat adalah doa kepada Allah untuk Nabi Muhammad beserta keluarga dan sahabatnya. 

Selanjutnya, yuk kita simak penjelasan ulama. Bagaimanakah kedasyatan bersholawat? Apa manfaat bersholawat? Berikut beberapa penjelasan tentang kedasyatan sholawat nabi.

Habib Novel Alaydrus

Sholawat memiliki keagungan yang teramat besar. Bahkan keagungan sholawat tidak bisa kita ungkapkan dengan semestinya. Kenapa? Karena Allah Yang Maha Agung pun bersholawat kepada rasulullah. Malaikat juga sholawat kepada rasulullah. Lantas apa manfaat sholawat? 

Manfaat yang terbesar adalah dengan bersholawat maka langsung disholawatin Allah. Allah bahkan tidak rela orang yang bersholawat dibalas dengan balasan yang kecil. Karena itu Allah menjanjikan pertama kali balasan yang Allah berikan kepada orang yang bersholawat ialah "Aku bersholawat untuk siapa pun yang bersholawat dari umatku yang bersholawat kepadamu satu kali, Aku bersholawat kepadanya sepuluh kali." 

Artinya apa? Artinya Allah memberikan rahmatnya. Allah memberikan ampunannya. Allah angkat derajat kita setinggi-tingginya. Karena itu jangan pandang remeh amalan sholawat. Karena ketika Allah bersholawat kepada kita, maka semuanya akan menjadi mudah. 

Tidak ada yang menjadi susah. Urusan dunia kita menjadi mudah. Urusan akhirat kita menjadi mudah. Lantas apakah boleh jika mau beli mobil, kita memperbanyak sholawat? Mobilnya disholawatin dulu? Bolehkah sholawat untuk kenikmatan dunia?

Jawabannya adalah, untuk menggapai hajat, yang paling betul adalah dengan amal sholeh. Kita minta sama Allah. Kalau kita menggapai hajat dengan sholawat. Artinya kita menggapai hajat dengan tawasul dengan amalan yang Allah sendiri yang dengan amalan tersebut bersholawat kepada kita.

Artinya, boleh banget. Kita boleh menggapai hajat dengan sholawat. Sangat dibolehkan. Bahkan dianjurkan. 

Ada seorang sahabat yang membaktikan seluruh waktunya untuk bersholawat kepada rasulullah. Kemudian rasulullah berkata, "Kalau begitu, apa yang menjadi keinginanmu, dipenuhi oleh Allah. Dosa-dosamu diampuni oleh Allah."

Karena itu jangan ragu. Selain niatkan untuk mendapatkan sholawat Allah. Niatkan mendapat syafaat rasulullah. Niatkan untuk wujudkan hajat-hajat dunia anda dan hajat-hajat akhirat anda dengan bersholawat kepada rasulullah. 

Yuk, kita bersholawat sebanyak mungkin. Karena dengan satu sholawat turun sepuluh rahmat. Kalau setiap muslim bersholawat sebanyak-banyaknya, maka rahmat Allah akan turun ke alam dunia ini. Sehingga kenyamanan, kedamaian, kebahagiaan akan turun sebanyak mungkin kepada orang-orang yang bersholawat.

Allaahuma sholli wa sallim 'ala sayyidinaa muhammad wa 'alaa ali sayyidinaa muhammad wa shobihi ajmain.

Jangan jadi orang yang pelit. Apalagi pelit terhadap diri sendiri. Pelit karena tidak tidak mau bersholawat. Orang yang tidak mau sholawat ketika rasulullah disebutkan, itu orang yang pelit. Karena dia tidak mau mendapat sholawat Allah. 

Dia tidak mau mendapat rahmat Allah. Dia tidak mau memberikan kebaikan kepada dirinya sendiri. Jangan jadi orang yang pelit. Jadilah orang yang dermawan kepada diri sendiri dengan banyak bersholawat kepada rasulullah.

Jangan lupa sholawat di awal pagi sepuluh kali. Kemudian sholawat di penghujung sore sepuluh kali. Maka dijamin oleh rasulullah akan mendapatkan syafaatnya. Itu yang sepuluh. Bagaimana yang seratus? Bagaimana yang seribu? Bagaimana yang di setiap hembusan nafasnya bersholawat kepada rasulullah?

Ustaz Abdul Somad

Ketika kita bersholawat kepada nabi, sesungguhnya kita ingin mendapat manfaat dari sholawat. Allah menjanjikan jika kita bersholawat kepada nabi, Allah akan berikan kita sepuluh kebaikan. Allah akan tutupi sepuluh dosa dan kesalahan. Allah naikkan sepuluh tingkat derajat kita. Itu semua merupakan kemuliaan.

Sehingga ketika kita mengucap sholawat, walaupun secara lahir yang terdengar adalah kita mendoakan nabi, sesungguhnya kita menginginkan dari doa itu adalah  doa itu kembali kepada kita. 

Ketika perintah sholawat turun kepada orang-orang yang beriman, sahabat bertanya kepada nabi, bagaimana caranya bersholawat. Nabi lalu memberitahukannya. Maka ucapan sholawat tidak dikarang-karang. Yaitu diberitahukan langsung oleh nabi.

Allaahuma shalli ‘alaa sayyidinaa Muhammad wa ‘alaa aali sayyidinaa Muhammad, kamaa shallaita ‘alaa sayyidinaa Ibraahiim wa ‘alaa aali sayyidinaa Ibraahiim. Wa baarik ‘alaa sayyidinaa Muhammad wa ‘alaa aali sayyidinaa Muhammad, kamaa baarakta ‘alaa sayyidinaa Ibraahiim wa ‘alaa aali sayyidinaa Ibraahiim. Fil’aalamiina innaka hamidun-majiid.

Yaa Allah, limpahkanlah shalawat kepada Baginda Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau melimpahkan shalawat kepada Baginda Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Limpahkanlah berkah kepada Baginda Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau melimpahkan berkah kepada Baginda Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.

Sholawat ada dua. Ada sholawat dari hadist nabi. Ada sholawat yang dibuat ulama. Dua duanya boleh dipakai asal tidak bertentangan dengan akidah umat islam. Tapi tetap yang terbaik adalah sholawat yang ada dalam hadist nabi.

Demikian penjelasan tentang kedasyatan sholawat nabi. Yuk kita amalkan 

0 Response to "Inilah Kedasyatan Sholawat Nabi"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel