Kenangan Bersama Kakek

kisah kehidupan

Memasuki usia TK, aku ditanyai ayah, "Kamu mau sekolah TK?" Aku menjawab, "Mau". Ayah mengatakan, "Tapi kalau mau kamu harus tinggal di rumah kakek." "Kenapa, yah?" "Karena ada TK di depan rumah kakek. Sekolah TK itu baru aja berdiri. Kalau kamu mau, nanti ayah akan jemput seminggu sekali tiap akhir pekan."

Aku mengatakan aku mau. Lalu aku tinggal di rumah kakek. TK itu tepat berada di depan rumah kakek. Aku senang sekolahnya dekat. Tapi aku merasa sedih karena harus jauh dari ayah, ibu, dan kakak.

Seingatku, kakek tak banyak bicara padaku. Beliau hanya memberiku buku-buku. Beliau punya banyak sekali buku. Tapi beliau sering membelikan makanan kesukaanku.

Sering kali, sepulang sekolah, aku dapati ada makanan kesukaanku. Nenek yang menyampaikan, "Nut, ada makanan kesukaanmu. Tadi kakek belikan." Tapi sewaktu kakek pulang kerja, ia tidak mengatakan apa-apa. 

Apa kakek tahu ya... kalau aku suka banget dengan makanan tertentu. Darimana kakek tahu?

Aku cuek saja. Aku hanya tahu menghabiskan makanan yang dibelinya. Lalu belajar sekadarnya. Membolak-balik buku sebanyak-banyaknya. Meskipun belum bisa baca.

Tentang makanan kesukaan itu, nenek juga perhatian. Setiap hari nenek membuatkan bekal dengan selalu menunya adalah makanan kesukaanku. Tak pernah beliau membuatkan bekal yang bukan kesukaanku. Nenek selalu tahu makanan kesukaanku.

Padahal makanan kesukaanku sering berubah. Aku menyukai makanan tertentu di waktu tertentu saja. Kemudian aku bosan dan berganti makanan kesukaan. Tapi nenek selalu tahu apa yang sedang aku sukai. 

Setelah beberapa bulan belajar di sekolah, aku pandai membaca. Aku kemudian mulai membaca buku-buku kakek satu persatu. Ternyata buku kakek bukan bacaan ringan. Namun aku tetap membacanya.

Kakek membelikanku secara khusus, sebuah atlas. Aku sangat suka. Aku mulai menghafal nama-nama negara dan posisinya dalam peta. Aku juga berusaha mengenali akena macam budaya. Terasa seru sekali. 

Aku mulai bermimpi mau keliling dunia. Melihat berbagai macam budaya yang ada di dunia. Melihat manusia dengan berbeda-beda makanan. Melihat orang-orang dengan berbeda pakaian, adat, dan kebiasaan.

Bagi rapor berikutnya aku mendapat juara tiga. Hadiahnya adalah cat. Aku tidak suka menggambar sebelumnya. Namun karena ada banyak cat dan ada buku gambar, aku jadi punya hobi baru. Aku gemar menggambar.

Yang paling sering aku gambar adalah bunga. Menggambarnya sangat mudah. Tinggal dikasih warna, menjadi begitu indah. Aku tak pandai menggambar yang lain. 

Setelah cat itu habis, aku sering merasa bosan. Aku tak punya hobi tertentu. Aku tak suka menonton televisi atau mendengar lagu-lagu seperti yang bibiku lakukan. Aku tak suka pula memasak seperti nenek. Aku juga tak suka membaca seperti kakek.

Aku mulai berjalan kesana-kemari menyusuri perumahan-perumahan orang. Aku hanya melihat-lihat keadaaan. Sampai aku lelah. Barulah aku pulang. 

Tiba di rumah, aku tak dimarahi. Aku hanya melanjutkan kegiatanku. Kalau ada pekerjaan rumah, aku akan mengerjakananya. Kalau tak ada, aku hanya melamun saja. Duduk-duduk sendirian di kamar.

Mungkin karena kasihan melihatku, suatu hari kakek mengajak aku ke taman bermain. Beliau menawarkan aku untuk bisa main. Aku tak mau. Semua yang beliau tawarkan aku tak mau. Kami kemudian pulang tanpa aku bermain satu permainan pun di taman bermain. 

Hal yang membuatku girang adalah momen ayahku menjemput di akhir pekan. Setiap hari sabtu, aku pulang dengan gembira. Pulang sekolah aku langsung bersiap untuk dijemput. Aku pun menunggu di halaman rumah kakek. Walaupun jadwal dijemputnya adalah maghrib. 

Aku hanya bermain di halaman itu. Aku menunggu ayahku. Sosok yang sangat aku nantikan. Hari itu aku sangat senang akrena akan berkumpul dengan ibu dan kakakku juga.

Perjalanan dari rumah kakek ke rumah kami sangat jauh. Selama diperjalanan aku bercerita banyak tentang apa apa saja yang aku alami selama seminggu. Ayahku selalu mendengarku dengan penuh semangat. Aku senang sekali.

Tiba di rumah, aku berjumpa dengan kakakku yang juga penuh semangat menyambutku. Ia selalu punya pengetahuan baru untuk dibagikan. Ia menggemari tumbuh-tumbuhan. Biasanya ia cerita tentang jenis tumbuhan baru.

Lalu ibu biasanya akan memasak camilan akhir pekan. Kami pun makan camilan. Kami juga biasanya sambil menikmati teh. Sambil menonton acara televisi. Kemudian saling bercerita.

Senin pagi aku berangkat ke rumah kakek lagi. Aku berangkat bersama ayah. Begitulah ritunitasku selama TK. Sampai aku tamat dari TK. Setelah aku tamat, kakek hanya berpesan satu kalimat, "Don't wait until tomorrow what you can do today."

1 Response to "Kenangan Bersama Kakek"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel