Kisah Guru Inspiratif dari Bengkulu: Budialam

kisah inspiratif

Sebelum menyimak kisah guru inspiratif dari Bengkulu ini, ada baiknya kita melihat definisi guru yang ada dalam KBBI. Menurut KBBI, Guru adalah orang yang pekerjaannya (mata pencahariannya, profesinya) mengajar. Kemudian, ada baiknya juga penulis memberitahukan bahwa Bengkulu merupakan salah satu nama provinsi yang ada di Indonesia. Nama ibukota dari Provinsi Bengkulu juga Bengkulu.

Kisah ini merupakan kisah nyata yang berasal dari Bengkulu bagian selatan. Kisah ini terjadi di masa penjajahan. Pada waktu itu telah berdiri sekolah rakyat. Yuk simak ceritanya.

Pada waktu masa penjajahan, telah ada sekolah-sekolah. Sekolah yang bisa juga dimasuki oleh penduduk asli Indonesia. Sekolah ini juga ada di Bengkulu. Tersebutlah seorang anak bernama Budialam. Beliau sangat tertarik untuk bisa bersekolah.

Budialam tidak tinggal di pemukiman penduduk seperti orang kebanyakan. Ia dan keluarganya tinggal di tengah kebun milik mereka. Kebun itu berada di atas perbukitan. Budialam tahu bahwa jarak ia ke sekolah akan sangat jauh. Namun ia nekat mau bersekolah.

Niatnya untuk sekolah direstui orang tuanya. Ia pun sekolah walau harus menempuh perjalanan yang sangat jauh. Konon, ia selalu berangkat selepas sholat subuh. Saat dimana jalanan yang ia lalui masih sangat gelap.

Dalam perjalanan menuju ke sekolah ia tidak berdiam diri. Ia berjalan sambil terus mengulang-ngulang semua pelajaran yang pernah ia dapati di sekolah. Pada waktu itu buku catatan belum ada. Ia harus memiliki ingatan yang baik untuk semua pelajaran yang sudah diterangkan di sekolah.

Ia melakukan perjalanan dalam gelap, sendirian. Ia adalah anak yang pemberani. Ia tidak peduli dengan gelepanan yang harus ia lalui. Ia hanya ingin bersekolah.

Dalam perjalanan ia menghafal perkalian, "tiga kali empat, dua belas". Kemudian ia lanjutkan dengan, "tiga kali lima, lima belas." Terus begitu sepanjang perjalanan. Ia terus menghafal sampai ia tiba di sekolah. 

Tak hanya dalam perjalanan pergi, dalam perjalanan pulang pun ia melakukan hal yang sama. Ia menjadi terkenal karena semangatnya. Ia juga anak yang rajin. Ia pun menjadi pandai.

Ia terus naik kelas dengan hasil pelajaran yang sangat baik. Sampai suatu ketika ia telah menyelesaikan sekolah di sana. Ia ingin melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Namun sekolah tinggi hanya ada di sebuah kota. Kota itu berada di provinsi lain. 

Ia mencoba untuk bisa melanjutkan sekolah. Ia mencari tahu caranya kepada guru-guru. Ia mendapat kabar bahwa jatah untuk bersekolah ke sana hanya untuk satu orang dari Bengkulu. Ia sangat antusias untuk mendapatkannya. Guru-guru pun merekomendasikannya.

Saat tiba akan keberangkatan ke kota itu, ia mendapat kabar, bahwa posisinya digantikan oleh orang lain. Ia tak mengerti mengapa. Ia hanya berpikir mungkin karena ia yang hanya anak petani di atas perbukitan. Ia harus menerima kenyataan.

Ia tentu saja sedih atas kejadian itu. Ia merasa sangat kecewa. Padahal ia sudah siap berangkat. Namun ia tak lama larut dalam kekecewaan dan kesedihan. Ia memilih menjadi salah satu pengajar di sekolah. Ia kemudian menjadi seorang guru.

Ia menjadi guru yang terkenal akan kecerdasannya. Ia terkenal karena semangatnya. Seperti sifatnya ketika masih sekolah. Ia pun senang dengan profesinya. Ia kemudian menjadi guru teladan yang terpandang. Ia juga menjadi tokoh masyarakat.

Ia akhirnya berumah tangga dan tinggal di desa. Tidak lagi tinggal di tengah kebun. Ia lalu memiliki tiga orang anak. Tiga orang anaknya tumbuh menjadi anak-anak yang cerdas. Ketiga anaknya ini semuanya menjadi guru pula. Kesemuanya juga menjadi tokoh masyarakat di desa tersebut.

Keluarga mereka akhirnya terkenal. Budialam menjadi salah satu contoh bahwa pendidikan bisa mengubah kehidupan seseorang. Ia juga menjadi contoh bahwa perubahan butuh perjuangan. Ketika ada yang mengecewakan, tidak lama larut dalam kekecewaan dan kesedihan. Segera bangkit. Kemudian menjadi sukses dalam pekerjaan yang ditekuni.

0 Response to "Kisah Guru Inspiratif dari Bengkulu: Budialam"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel