Pengalaman Hamil Trimester Kedua

Trimester dua kehamilan

Banyak orang yang mengatakan bahwa masa tersulit saat hamil adalah trimester pertama. Trimester dimana badan baru mulai menyesuaikan diri. Trimester dimana mental pun baru mau menyesuaikan. Maka berbagai perubahan wajar menjadikan berat pada trimester pertama. Kemudian, jika telah memasuki trimester berikutnya alias trimester kedua, itu berarti titik aman pertama. Titik aman dimana rasa mual berkurang, nafsu makan mulai kembali, dan hal-hal lainnya yang mulai terasa biasa. Tiga bulan awal telah dilalui dan trimester kedua ini tubuh sudah membiasakan diri.

Faktanya, ada benar ada juga berbeda. Mungkin setiap orang memang mengalami hal yang berbeda-beda. Saat memasuki trimester kedua aku berharap banget nafsu makan ku kembali. Berat badanku bulan sebelumnya turun satu kilo. Kata bidan tidak apa-apa. Nanti akan kembali naik di trimester kedua. Namun hari demi hari aku lalui tetap saja nafsu makanku sangat buruk. Aku kesulitan untuk makan. Untung selalu ada suplemen vitamin. Juga selalu makan buah dan susu. Pemeriksaan rutin berikutnya ternyata berat badaku stay di berat badan bulan lalu.

Diperkirakan berat janin bertambah, namun beratku stabil. Berarti beratku pribadi berkurang. Karena berat babynya nambah. Seharusnya kalau berat baby nambah, maka berat bertambah juga, Kata bidannya aku harus memaksakan diri buat makan. Trus jangan lupa selalu sedia camilan. Supaya walaupun tetap susah makan, aku ga kelaparan amat. Aku malah kemudian memperbanyak camilan. Karena aku merasa camilan banyak yang enak. Aku juga ga ngerti kenapa aku susah banget memaksakan diri untuk makan. Aku juga ga selera dengan lauk pauk apa pun.

Untuk kondisi kekuatan fisik, syukurnya ada perubahan besar. Saat tiga bulan awal itu aku sangat lemah. Sempat beberapa waktu suami yang ambil alih pekerjaan rumah. Suami yang masak dan mencuci piring. Keadaan ini ga terjadi lagi di trimester kedua. Aku mulai lebih bertenaga. Aku bisa mengerjakan semua pekerjaan rumah. Untuk mengimbangi lelah, aku menambah waktu tidurku. Trimester kedua ini aku juga bisa lebih nyaman tidur.

Kami kemudian USG. Bayi yang dikandung ternyata bayi perempuan. Mungkin baby ini memang ga suka makan. Soalnya ku lihat di layar monitor, ia terlihat anggun dan gemulai. Tapi hasil pemeriksaan darah menunjukkan kalau aku memiliki tingkat hb yang rendah. Normalnya di angka 10.0, sedangkan hb ku 8.8. Aku tanya ke perawat yang memeriksa darahku di laboratorium, katanya karena kurang makan dan kurang minum. Sehari itu minimal minum dua liter. Makan harus sering. Kalau aku ingat-ingat aku minum teratur. Sejak hamil, aku bahkan mencatat jumlah air yang aku minum. Mungkin karena nasi pikirku.

Aku jarang merasa lapar karena aku selalu sedia makanan camilan yang banyak. Hal ini membantuku yang kesulitan makan nasi. Nyatanya hbku dikatakan rendah. Kata perawatnya jika saat mau melahirkan hb rendah, akan sangat berbahaya. Meskipun ia ga menjelaskan berbahaya mengapa, aku cemas juga. Terlebih karena mata aku minus enam, dokter juga bilang ga akan mungkin bisa normal. Kata dokter kalau minus di enam ke atas HARUS CAESAR. Ku lihat biaya yang tertera di papan pengumuman di sana, biaya caesar adalah aling murah Rp 13.000.000. 

Pulangnya aku nangis. Aku nangis karena membayangkan harus caesar. Jangankan caesar, dengan jarum suntik aja aku takut. Aku pernah bolos sekolah demi menghidari sesi suntik dulu waktu SD. Kebetulan banget beberapa hari sebelumnya video melahirkan caesar lewat di feed IG. Serem banget liatnya. Belum lagi biayanya. Trus dibilang hbku rendah dan berbahaya. Bayanganku aku mati mungkin nanti melahirkan. Jadi aku nangis. 

Beberapa hari kemudian aku searching youtube. Dengan keyword mata minus enam melahirkan normal. Alhamdulillah ternyata banyak yang share pengalaman. Banyak kok ternyata orang dengan mata minus enam ke atas melahirkan normal dan aman lancar selamat. Bahkan ada channel youtube dokter yang menyampaikan bahwa melahirkan dengan mata minus di atas enam mengakibatkan buta itu belum ada hasil penelitian resminya. Baru sekadar TEORI saja. Katanya berdasarkan teori, retina mata bisa robek jika mata minum enam ke atas melahirkan. Tenaga besar yang harus dikeluarkan saat mau melahirkan membuat mata bekerja keras, retina robek, dan buta. Tapi itu hanya teori yang belum terbukti.

Justru yang ada adalah penelitian mata minus di atas enam yang melahirkan normal. Tidak ada pengaruh apa-apa pada mata mereka. Beberapa video yang membagikan pengalaman di youtube itu aku tonton dari awal sampai selesai. Mereka melahirkan dengan normal saja. Kemudian melanjutkan kehidupan dengan normal. Aku lega sekali. Untung juga ada yang mau sharing pengalaman di youtube seperti itu. Yang mengaharukan aku lihat penuturan seorang suami. Jadi yang cerita di video itu suaminya. Katanya ia sedih kalau istrinya harus caesar. Ia kemudian cari dokter lain. Finally ketemu bidan yang bilang BISA KOK NORMAL, EMANGNYA MELAHIRKAN PAKAI MATA.

Nah, alhamdulillah aku jadi semangat kembali. Terimakasih banyak kepada orang-orang yang sudah membagikan pengalaman melahirkan normal dengan mata minus enam ke atasnya. Aku lalu berpikir juga gimana caranya lebih banyak makan. Aku pikir saran untuk nyetok camilan nyatanya kurang baik untukku. Aku akhirnya memberhentikan stok camilan. Kalau lapar, ya makan nasi. Untuk tambahan nutrisi tetap ada buah-buahan dan suplemen vitamin, juga susu. Kalau buah-buahan aku usahakan berganti-ganti supaya variatif.

Mulai masuk bulan ke lima, aku sudah mulai merasakan gerakan bayi. Tapi suami belum bisa merasakannya. Begitu masuk ke bulan ke enam, gerakan bayi sudah semakin kuat. Aku senang sekali setiap merasakan gerakannya. Kehadiran bayi terasa semakin nyata. Aku sudah sering ajak bayinya ngomong. Karena bayinya sudah bisa mendengar suara dari luar. Kemudian suami juga sudah bisa merasakan gerakan bayi. Alhamdulillah.

Semoga aku dan bayi selalu sehat. Semoga memang bisa lahiran normal, aman, selamat. aamiin. Aku berdoa juga semoga semua orang selalu diberi kesehatan dan kemudahan. Semoga yang lagi program hamil, bisa segera hamil. Semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah. Semoga kita semua selalu lancar rezeki. Semoga kita semua selalu dalam bahagia dan semangat. Terimakasih sudah membaca www.ninamustika.com

1 Response to "Pengalaman Hamil Trimester Kedua"

  1. Aamiin ya mbak semoga bisa lahiran normal sesuai harapan. Namun terkadang setiap kehamilan dan kelahiran memang selalu ada cerita sendiri. Unik. Tidak bisa dibandingkan dengan lahiran ibu yang lain. Bahkan cerita anak pertama dengan kedua saja bisa berbeda. Tinggal nikmati aja, yang penting ibu dan bayi sehat, selamat.

    ReplyDelete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel