Sejarah Kejadian-Kejadian Unik Saat Kelahiran Nabi Muhammad SAW

Sejarah Nabi Muhammad

Abdullah tumbuh besar dan menjadi seorang pemuda yang cerdas dan pintar, ia rajin membantu ayahnya, Abdul Mutalib. Abdul Mutalib kemudian menikahkan Abdullah dengan seorang wanita bernama Aminah dari keturunan Abdul Manaf. Sehingga Abdullah dan Aminah masih satu jalur keturunan, mereka sepupu. Hanya saja, paman-pamannya Aminah berasal dari penduduk asli Madinah, suku Aus dan Hasraj, Ansar. Maka Nabi SAW kelak memiliki jalur keturunan dari dua kota suci, Mekah dan Madinah. 

Beberapa waktu setelah menikah, muncullah tanda-tanda kehamilan pada Aminah. Ketika hamil besar, Aminah pun sempat melihat dalam mimpinya, ia melihat bayi dalam kandungannya menyebarkan cahaya. Cahaya itu menyebar ke seluruh muka bumi. Sebagian atsar menyebutkan sampai ke Irak/ Persia/ Burrah. Ia juga mimpi mengucapkan kalimat, "Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Agung untuk bayi ini, dari segala keburukan dan iri dengki orang lain."

Berjalan kehamilan tersebut sampai enam bulan, sebagian atsar menyebutkan, meninggallah Abdullah. Maka Nabi SAW menjadi yatim sebelum lahir. Setelah itu, Nabi SAW lahir, yang paling banyak disebutkan adalah 12 Rabiul Awal, di tahun gajah. Tepat 50 hari setelah kejadian gajah. Pada saat beliau lahir, ternukillah, di Mekah, di Madinah, beberapa kejadian unik yang memang ahli sejarah angkat. 

Yang unik yang pertama setelah Nabi Muhammad lahir adalah terlihatnya bintang Ahmad. Orang-orang Yahudi yang ada di Madinah meyakini kalau nabi terakhir yang mereka tunggu di Madinah lahir, akan kelihatan bintang yang mereka istilahkan dengan bintang Ahmad. Mereka sering mengukir-ukir bintang itu sesuai dengan keterangan yang disebutkan di taurat.

(Wallahualam tentang masalah bintang dan kebenaran masalah bintang ini. Karena dalam islam berpatokan pada bintang tidak dipercaya.) Tapi ini sejarah pada saat itu, disebutkan oleh Hasan bin Tsabit, penyair Nabi Muhammad, seorang sahabat, kebetulan ia beda usia tujuh tahun dengan Nabi SAW. Beliau mengatakan setelah masuk islam, setelah hijrah ke Madinah, beliau mengatakan,

"Pada hari Nabi Muhammad lahir, aku kebetulan berada di salah satu benteng Yahudi. Naiklah di malam hari salah satu pendeta yahudi dengan suara keras, 'wahai sekalian kaum yahudi, sungguh telah terlihat pada malam ini bintang Ahmad. dan tidak terlihat kecuali pada saat ia lahir.'"

Kejadian unik yang kedua, dinukil para ulama, pada saat Aminah melahirkan Nabi, Aminah melahirkan tanpa ada rasa sakit sedikitpun. Aminah melahirkan dengan sangat mudah, bahkan sebagian atsar menyebutkan bahwa Aminah tidak dibanatu oleh orang lain. Kemudian kejadian unik yang ketiga, pada saat lahir, Nabi dalam posisi mengangkat kepalanya ke langit, seakan-akan orang yang sedang berdoa. Kejadian unik yang keempat, Nabi lahir dalam kondisi yang sudah terkhitan. Yang kelima, Nabi lahir tanpa terbebani dengan tali pusar. Kesemua kejadian ini membuat kakek Nabi, Abdul Mutalib, yang datang pada saat itu bangga. Ia sangat senang. Ia pun berkata, "Sungguh pada cucuku ini ada perkara besar." Lalu ia membawa nabi ke kakba saat baru lahir dan dia yang memberi nama Muhammad. 

Perlu diketahui, sebelum Nabi Muhammad lahir, nama "Muhammad" tidak diketahui oleh orang-orang Arab. Tidak ada dan belum ada satu pun orang bernama Muhammad. Abdul Mutalib mendapatkan nama itu ketika mengadakan perjalan bersama tiga orang sahabatnya ke negeri Syam.

Jauh sebelum Nabi Muhammad lahir, Abdul Muthalib pernah jalan-jalan ke negeri Syam bersama tiga orang sahabatnya. Pertama Sulaiman bin Mujazi', salah satu kepala suku di Mekah. Kedua Hulaila bin Hajij. Ketiga adalah Imran bin Rabiah. Tiga orang ini bersama abdul mutalib pergi ke negeri Syam. Tiba di negeri syam, ada satu pendeta nasrani menemui mereka lalu berkata, "kalian darimana?" Abdul Mutalib menjawab, "dari Jaziurah Arab" 

"darimana tepatnya?"

"dari kota mekah?"

kata pendeta itu, "dari  kota kalian nanti akan keluar nabi terakhir, dan nabi terakhir bernama Muhammad."

kata Abdul Mutalib, "darimana engkau tahu semua ini?"

"dari kitab kami."

Maka keempat orang ini bertekad pada saat itu untuk memberikan nama kalau mereka dikaruniai anak setelah itu atau cucu, dengan nama Muhammad.  Dari keempat orang ini, setelah kembali ke Mekah, orang pertama yang dapat cucu laki-laki adalah Abdul Mutalib. Karena itulah ia mengangkat Nabi Muhammad lalu keliling di dekat kakba, lalu mengatakan, "Anak ini memiliki perkara yang besar. Aku memberikan nama Muhammad, aku berikan nama Muhammad" Ia terus berucap demikian.

Kejaian unik yang ke enam, rusaknya istana kisrah di Persia, dan rubuhnya 14 teras istananya tanpa sebab. Pada saat melihat kejadian tersebut, kisrah sempat khawatir lalu bertanya pada peramal-peramalnya, dukun- dukunnya. Mereka menjawab, "rusaknya istana disebabkan karena hari ini lahir seorang nabi, dan runtuhnya 14 teras menandakan adanya 14 raja Persia saja yang tersisa. Setelahnya kerajaan akan runtuh. Maka kisrah menjawab, "14 raja? masih lama."  Tanpa disadari kisrah, (tanpa membenarkan ramalan ini karena kita tidak boleh percaya ramalan. karena kalau kebetulan benar itu dari syaitan yang curi berita dari langit) ternyata setelah itu anak-anaknya berselisih pendapat, dalam waktu empat tahun saja terjadi pergantian 10 orang kisrah (sebutan raja di Persia). Mereka mati saling membunuh satu sama lain. Kisrah yang ke 14 mati di zaman Umar ra ketika umar menembus daerah Persia.

Kejadian unik yang ketujuh, padamnya api sesembahan kaum Majuzi. Kaum Majusi memiliki api yang disembah dan terdapat di beberapa titik di Persia. Mereka membuat api besar yang api itu selalu disembah setiap hari. Pada saat nabi lahir, api itu mati, mereka coba hidupkan kembali tidak bisa, selamanya mati. Bahkan Persia pada saat itu apinya semua mati. Mau masak pun, api mati. Setiap kali coba dinyalakan, mati.

Kejadian unik kedelapan, surutnya air sungai Sawa. Sungai yang dianggap suci orang-orang persia . Mereka meyakini sungai ini adalah sungai yang luar biasa. Selalu diberikan tumbal untuk sungai itu. Pada saat nabi lahir, air sungai ini kering. Sampai akhirnya sungai ini dilupakan. 

Kejadian unik kesembilan, Halimah as Sadiyah. Tradisi orang Arab dulu, setiap bayi lahir, selalu dititipkan untuk disusui dan dibesarkan selama dua tahun di luar kota Mekah, tepatnya di padang pasir, dengan orang badui.  Alasannya agar bahasa arab fusha anak anak mereka tetap terjaga. Bahasa asli arab, bahasa alquran, adalah bahasa fusha. Bahasa yang memiliki tata bahasa yang rapi. Sedangkan penduduk asli Mekah karena banyak pendatang berhaji, bahasa mereka bercampur baur dengan bahasa pendatang-penadatang. Mak orang-orang Mekah bahasanya bervariasi. Alasan lain adalah masalah kesehatan, karena makanan di padang pasir alami dan udara alami. Orang badui juga biasa melatih anak-anak mereka hidup susah, berburu, membantu orang tua bekerja, dan lain sebagainya. 

Wanita-wanita badui dari suku sadiya biasa  menawarkan jasa susu. Mereka biasa berpergian menawarkan jasa ke Mekah.  Mereka membawa anak orang-orang ke rumah mereka, nanti mereka dibayar. Orang tua yang menitipkan bayi bisa mengunjungi sesekali. Anaknya dijamin dijaga. Suku ini terkenal amanah, orang tidak ragu. Waktu penitipan biasanya dua tahun. Pada saat nabi lahir, datanglah beberapa orang wanita badui ini, diantaranya ada halimah  yang pergi dengan  suaminya. Mereka seperti biasa menawarkan jasa dengan orang-orang kaya. Mereka melewati rumah nabi dan menolak nabi karena nabi yatim. Kakek nabi memang raja mekah pada waktu itu, tapi banyak urusan negara yang harus beliau biayai. Sehingga mereka menolak nabi. Mereka pun mendapat bayi dari keluarga kaya dan pulang. Tinggal halimah yang belum dapat.  

Kehidupan Halimah dan suaminya, Haris, sangat pas-pasan. Rumahnya tua, ada seekor unta betina kurus, dua kambing jantan dan betina kurus. Padahal Halimah dan Haris punya anak banyak. Karena itulah mereka mengadu nasib pergi ke Mekah. Haris akhirnya menyarankan istrinya untuk mengambil nabi. "Hai Halimah, coba seandainya kau ambil anak yatim itu. siapa tahu baik untuk kita." Halimah pun menjawab, "baiklah, daripada pulang tangan kosong. lebih baik kita ambil."

Waktu datang ke mekah Halimah menunggangi keledai, keledai yang sangat kurus dan lambat. bahkan ia diolok-olok. Keledai yang lain bisa ditunggangi dua orang, keledai Halimah tidak bisa, cuma satu. Suaminya hanya pegang saja. Waktu Halimah memegang nabi, keledai halimah tiba-tiba kuat, karena halima tidak bisa menguasainya, Haris akhirnya naik, keledai itu lari kencang meninggalkan teman-teman mereka yang lain. Mereka berkata "Halimah, itu tadi keledai yang kamu tadi pakai ke Mekah?" "Iya" dan keledai itu terus melaju kencang.

Pada sat tiba di rumah, untanya jadi gemuk, untanya juga punya kantung susu yang penuh, Haris perah untuk diambil susu untuk anak-anaknya dan istrinya, lalu penuh lagi. Sempat dibagi-bagi ke teman-teman. Setiap diambil penuh lagi. Kambing dua-duanya jadi gemuk. Kemudian kambingnya hamil dan berkembang biak. Dari hasil perkembangan kambing, Halimah beli unta jantan. Unta berkembang biak juga. Halimah dan Haris akhirnya memiliki unta dan kambing yang sangat banyak. Mereka menjadi orang paling kaya di sana. Mereka akhirnya tidak perlu mengambil anak asuhan lagi.

Muncul pula perkataan di masyarakat, "dimana saja Halimah dan Haris mengembalakan unta dan kambingnya, ikut! Pasti jadi gemuk juga!" 

Halimah berkata, dinukil dari buku-buku sejarah, "Muhammad telah tumbuh tidak alami, bukan seperti anak-anak sebayanya, pada saat umur dua tahun, perilakunya dan pemahamannya sudah seperti anak enam tahun. Mudah diberi penjelasan, tidak suka buat marah, dan banyak lagi." 

Saat tiba masa pengembalian, Halimah dan Haris pergi membawa Muhammad kepada Aminah, tapi mereka memohon-mohon, "Tolonglah wahai Aminah, biarkanlah dia tinggal bersama kami, lihatlah dia sehat kami jaga, tidak ada masalah. Kami tidak butuh bayaran." Mereka pun menceritakan keajaiban-keajaiban yang mereka alami. Aminah berkata "Baiklah. Silahkan." Aminah memperbolehkan. Aminah tetap sering melihat Nabi Muhammad dalam pengasuhan Halimah.

0 Response to "Sejarah Kejadian-Kejadian Unik Saat Kelahiran Nabi Muhammad SAW"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel