Toleransi Beragama Menurut Ulama

Arti Toleran dan Toleransi

Toleransi Beragama Menurut Ulama

Arti Toleran dan Toleransi di KBBI


Sebelum kita menyimak apa yang dikatakan oleh guru-guru kita. Mari kita lihat terlebih dahulu arti dari toleran dan toleransi yang ada dalam KBBI. Toleransi berasal dari kata toleran. Toleran adalah bersifat atau bersikap menenggang (menghargai, membiarkan, membolehkan) pendirian (pendapat, pandangan, kepercayaan, kebiasaan, kelakuan, dan sebagainya) yang berbeda atau bertentangan dengan pendirian sendiri. Sedangkan Toleransi artinya sifat atau sikap toleran.

Bagaimana dengan toleransi beragama dalam Islam?

Buya Yahya

Toleransi adalah anda tidak boleh memaksa orang lain mengikuti anda dalam urusan-urusan anda. Misalnya ketika di hari raya idul fitri. Anda tidak boleh memaksa orang yang beragama lain untuk ikut merayakan hari raya idul fitri. Jangan memaksa orang lain. Jangan mengucapkan, "Anda kalau tidak mengucapkan selamat kepada kami berarti anda tidak toleransi". Toleransi bukan ucapan selamat. Toleransi adalah jangan memaksa orang mengikuti keyakinan anda. 

Contohnya lagi: Anda seorang pimpinan di suatu perusahaan. Anda memiliki karyawan bergama lain. Anda tidak boleh memaksakan karyawan mengikuti acara maulid nabi yang anda adakan. Karena dia tidak punya keyakinan seperti keyakinan anda. Kalau anda memaksa dia hadir acara tersebut berarti anda tidak mengerti toleransi. Sebab acara keagamaan anda untuk siapa? Pastinya adalah untuk orang-orang yang beragama sama seperti agama anda.

Contoh lain: Ada yang mengucapkan, "Kamu semua harus hadir di masjid ikut pengajian." Nah, kalimat ini adalah kalimat yang tidak perlu diucapkan. Tidak boleh memaksakan orang lain. Itulah toleransi

Contoh toleransi lagi. Kalau ada orang-orang agama lain menyampaikan fatwa bahwa umat agama dilarang ikut campur hari raya idul fitri. Tidak boleh ikut merayakan idul fitri. Tidak boleh memasang atribut apapun yang berkaitan dengan idul fitri. Maka kita harus bersikap biasa saja. Tidak mempermasalahkan fatwa tersebut. Tidak ada rasa tersinggung. Itulah wujud mengerti toleransi

❷ Uztaz Adi Hidayat

Toleransi dalam agama Islam itu merujuk ke Surah Al Kafirun:

Katakanlah, "Wahai orang-orang kafir. Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah, dan kamu bukan penyembah apa yang aku sembah, dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah, dan kamu tidak pernah menjadi penyembah apa yang aku sembah. Untukmu agamamu, dan untukku agamaku."

Dari surah ini muncul aturan-aturan dalam Islam terkait toleransi.

1. Umat Islam tidak diperkenankan ikut-ikutan menyembah, segala hal yang terkait dengan proses ibadahnya umat agama lain. Misalnya ada umat agama yang ibadah di suatu tempat. Mereka ibadah. Maka bagi umat islam, tidak boleh ikiut-ikutan prosesi ibadah yang berlangsung di tempat mereka. Hari apapun. Bagaimanapun cara ibadahnya. Segala proses yang terkait tentang ibadah tersebut. Baik ikut ke tempat ibadahnya. Ikut-ikutan dalam menggunakan atributnya. Menyediakan hal terkait ibadahnya. Bagi umat islam, tidak boleh ikut-ikutan seperti itu.

2. Umat islam tidak boleh memaksa umat beragama lain untuk ikut-ikutan dalam ibadah agama islam. Misalnya idul fitri. Tidak perlu meminta orang yang beraga lain untuk ikut-ikutan memakai atribut islam. Tidak perlu meminta orang lain ikut merayakan dengan ikut memasak ketupat. Tidak usah meminta orang lain memikirkan juga tentang perayaan idul fitri. Seperti umat islam tidak perlu repot memikirkan perayaan umat beragama lain.

3. "Untukmu apa yang kamu yakini, dan untukku apa yang aku yakini." Artinya dalam urusan aqidah, dalam urusan ibadah, umat islam dan umat beraga lain silahkan berjalan masing-masing. Misalnya anda bertetangga dengan orang beragama lain. Ketika mereka mau beribadah, maka anda tidak boleh mengganggu. Jangan merusak ibadah mereka. Jangan mengganggu mereka yang sedang beribadah. Kalau anda mengganggu, sama saja anda telah melanggar aturan yang ada dalam Al Quran. Maka biarkan saja orang beragama lain melaksanakan ibadahnya.

Tapi ingat untuk tetap berhati-hati. Ingat bahwa umat islam dilarang ikut-ikutan dalam proses ibadah agama lain. Tidak usah ikut prosesi ibadahnya. Tapi jangan ganggu mereka sedang beribadah. Jadi biarkan saja. Tidak usah jadi repot dengan urusan ibadah orang. Tidak usah repot pula misalnya dengan menjaga rumah ibadah umat agama lain. Umat islam ya menjaga rumah ibadah umat islam sendiri. Tidak perlu repot dengan rumah ibadah orang agama lain.

0 Response to "Toleransi Beragama Menurut Ulama"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel