Orang Yang Baru Kehilangan


Pernahkah menonton film barat yang karakter utamanya gila dan sampe membunuh banyak orang? Karena ternyata dia dan keluarganya pernah mengalami kebakaran rumah dan kakak yang sangat disayanginya meninggal pada kebakaran itu. Pernahkah menonton film india yang karakter utamanya jadi berteman dengan makhluk halus? Ternyata karena anaknya meninggal saat sedang bertamasya bersamanya.

Ada pula film Malaysia yang karakter utamanya berhalusinasi mengerikan. Karena kehilangan istri dan anaknya saat kecelakaan mobil. Pada waktu itu dia yang menyetir. Sungguh luka yang dalam. Kesedihan karena ditinggal mati orang yang disayangi. Sekaligus ada rasa bersalah yang teramat berat.

Film ada yang diangkat dari kisah nyata. Ada juga yang karena terinspirasi dari kisah nyata. Untuk kisah nyata yang pasti, aku kenal seseorang yang pernah mengalami gangguan mental hebat. Karena kematian tiga anaknya secara beruntun.

Ia adalah seorang ibu yang memiliki tiga orang anak laki-laki. Satu orang sudah menikah. Satu orang usia remaja. Satu lagi usia balita.

Yang pertama meninggal adalah anaknya yang pertama. Meninggalnya begitu saja. Tanpa sebab. Tidak ada sakit tak ada pula kecelakaan atau apa. Tiba-tiba meninggal. Ibu itu menangis setiap hari.

Yang kedua meninggal adalah anaknya yang remaja. Yang ini diawali dengan demam tinggi. Sudah diobati tapi tak kunjung sembuh. Lalu meninggal pula menyusul kakaknya.

Yang ketiga juga diawali dengan demam tinggi. Sakit beberapa minggu. Sudah diobati tak sembuh-sembuh. Kemudian menghembuskan nafas terakhir dan menyusul kedua kakaknya.

Ibu itu tambah sering menangis dan meratap. Ia juga mulai sering melamun. Ia lalu sering menghilang. Menghilang kemudian ditemukannya di pemakaman. Nyatanya ia nginap di pemakaman anak-anaknya.

Banyak warga yang menegurnya. Hanya menegur. Ada yang menyalahkan dan memberikan cibiran. Ada pula yang membuat desas desus. Ada yang hanya memperbincangkan. Tanpa empati dan datang men-suport ibu tersebut.

Tiga bulan lamanya ibu itu ke pemakaman setiap hari. Ia selalu cari cara buat pergi diam -diam agar suami dan keluarganya yang lain tak tahu kalau ia pergi. Ia tidur di sana. Tidur sambil memeluk kuburan anaknya.

Sampai akhirnya, suatu malam, ibu tersebut bermimpi. Ia bermimpi ketemu anaknya yang pertama. Anaknya itu dalam keadaan sehat dan bugar.

Ia bertemu anaknya sedang menggandeng tangan seorang perempuan cantik. Lebih cantik dari istrinya sewaktu ia hidup dulu. Ibu itu menanyai anaknya.

"Siapa itu, nak."

"Ini istri aku sekarang, bu. Sudahlah ibu jangan bersedih lagi. Aku tak sedih di sini. Aku hidup dengan baik di sini. Aku juga sudah nikah lagi. Ibu pulanglah ke rumah."

Begitu bangun, ibu itu sadar dengan perbuatannya selama ini yang salah. Ia jadi sadar bahwa tak seharusnya ia bersedih berlebihan. Ia pun pulang dan tak pernah melakukan hal tersebut lagi.

Ia yakin mimpinya benar. Anaknya dalam keadaan riang dan baik-baik saja. Ibu itu tenang karena baru tahu ternyata orang yang sudah meninggal punya kehidupan baru lagi. Bisa riang gembira pula di alamnya.

Setelah sadar atas kesalahannya. Ia pun bangkit dari kesedihan. Ia juga rajin ikut pengajian. Ia mendapat tambahan ilmu dari para dai.

Ia kemudian menjadi orang yang periang. Ia melanjutkan kehidupan dengan sangat baik. Jika ada orang yang ia kenal baru saja kehilangan atau mengalami kematian orang yang disayang, ia maju paling depan untuk menghibur.

Ia menjadi orang yang berkarakter lucu. Ia bisa menghibur orang yang sedang mengalami kehilangan. Ia men-suport orang-orang. Ia yakin orang yang baru mengalami kehilangan butuh suport. Berdasarkan pengalaman pribadinya

Ia menceritakan pengalamannya. Lalu menceritakan mimpinya. Ia mengatakan bahwa orang yang meninggal itu punya kehidupan baru. Mereka punya kehidupan yang lain.

"Untuk apa kamu nangis-nangis berhari-hari. Padahal orang yang kau tangisi sedang berbahagia. Dia punya banyak dayang-dayang yang mengipas-ngipas saat dia kepanasan. Persis raja di film-film.

Kata pak ustad, bidadari itu artinya dayang. Dayang-dayang yang ngipas-ngipas kayak di film itu. Sudah lain kehidupan dia sama kita. Dia sudah punya kehidupan lain lagi. Kalaupun dia dapat informasi kita lagi bersedih, dia ga bisa buat apa apa.

Kita hanya buat dia sedih. Sedang dia ga bisa bantu kita. Ga bisa lagi menghibur kita. Mereka berharap kita melanjutkan kehidupan dengan baik. Kita riang mereka pun riang.

0 Response to "Orang Yang Baru Kehilangan"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel